Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menabur Rahmatan lil ‘Alamin

07/9/2024 05:00
Menabur Rahmatan lil ‘Alamin
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/EBET)

SAYA kaget saat seorang teman yang beragama Katolik tiba-tiba bertanya kepada saya. Pertanyaan itu ia sampaikan beberapa jam setelah ia menyaksikan kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal. Ia bertanya, "Apa, sih, sebetulnya makna ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin itu?"

Mendapat pertanyaan seperti itu, saya balik bertanya kepada teman saya, "Ini beneran nanya, apa ngetes doang? Sebenarnya sudah tahu, pura-pura tidak tahu, atau memang benar-benar tidak tahu?"

Sang teman lalu menerangkan bahwa dirinya memang tahu arti dari rahmatan lil 'alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam. Namun, ia mengaku tidak memahami lebih jauh makna ajaran yang menurutnya 'sangat agung nan mulia' itu.

Baca juga : Jadi Mantan Presiden, Enak?

Karena merasa bukan ahli tafsir kitab suci Al-Qur'an, saya lalu menjelaskan soal rahmatan lil 'alamin kepada teman saya dengan meminjam penjelasan Prof Quraish Shihab. Dalam pandangan saya, Quraish Shihab ialah ahli tafsir yang sangat mumpuni dan amat sahih menjadi rujukan untuk mendapatkan kejelasan.

Saya menemukan bagaimana Quraish Shihab menafsirkan ajaran yang tertera dalam Kitab Suci, "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."

Menurut Quraish Shihab, Nabi Muhammad diutus tidak hanya membawa rahmat, tetapi juga ia sendiri adalah rahmat. Artinya, segala risalah (ajaran) yang dibawa serta alam sebagai sasaran risalah Nabi juga termasuk rahmat.

Baca juga : Sean Gelael Optimistis Raih Podium di Sao Paolo

"Satu-satunya makhluk yang disebut di dalam Al-Qur'an menyandang sifat rahim ialah Nabi Muhammad. Maka itu, pasti ucapan dan perbuatannya adalah rahmat, risalah yang dibawanya adalah rahmat, alam yang menjadi sasaran risalahnya harus dianggap juga sebagai rahmat," begitu Quraish Shihab menjelaskan.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa sebagai sebuah bangsa, Indonesia memiliki nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara, yakni Pancasila. Semua dapat tertampung dan diakui di Indonesia selama masih sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Oleh karena itu, dilarang mencaci atau menghina kelompok lain yang berbeda. "Islam bukan ajaran untuk memaki. Kita boleh mengkritik, tetapi harus disampaikan dengan penuh rahmat dan kasih sayang serta niat yang tulus untuk memperbaiki," ucap Quraish Shihab.

Baca juga : SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Podium Teratas

Penulis tafsir Al-Misbah itu menjelaskan banyak ayat di dalam Al-Qur'an yang bebicara tentang nikmat Allah, hanya sekian yang berbicara tentang siksa-Nya. Maka itu, dalam berdakwah, jangan terlalu banyak mengancam, tapi perbanyaklah memberi harapan. "Berikan harapan supaya orang lebih simpati pada ajaran Islam. Berdakwahlah dengan ramah untuk menarik simpati orang, hindari cara yang bisa menimbulkan orang antipati," ujarnya.

Intinya begitu penegasan saya kepada teman saya itu, Islam itu mesti mempromosikan perdamaian. Islam itu antikekerasan. Islam itu sejalan dengan Pancasila karena sebagian besar perumus Pancasila ialah tokoh-tokoh dan pemimpin ormas Islam.

Sembari mengucapkan terima kasih, teman saya itu lalu meminta saya agar terus menulis suasana damai dan baik antarpemeluk agama dan keyakinan berbeda-beda di negeri ini. 'Benar kata tulisan spanduk-spanduk milik TNI itu, 'damai itu indah', tulisnya sembari dibubuhi emotikon tertawa.

Baca juga : Semangat Juang Jadi Modal bagi Nizar Raih Podium Bali Trail Run Ultra 2024

Saya pun tergerak untuk menegaskan lagi poin-poin homili Paus Fransiskus di Gelora Bung Karno, Kamis (5/9). Paus mengatakan bahwa umat Katolik Indonesia dipanggil untuk terus berdialog dalam damai. "Memang kadang terasa berat. Terasa sia-sia. Namun, jangan pernah terpenjara dalam rasa gagal," seru Paus.

"Coba sekarang hening sejenak. Pandang lagi satu kegagalan dalam hidupmu. Tatap itu. Hadapi lagi. Jangan takut. Jangan pernah lelah menabur. Jangan pernah lelah menebar jala. Jangan pernah lelah bermimpi untuk membangun bangsa yang damai. Jangan pernah lelah berdialog," Paus menekankan.

Apa yang disampaikan Paus Fransiskus sebangun dengan penjelasan Quraish Shihab soal rahmatan lil 'alamin tadi. Dalam bahasa Quraish: jangan memaki, lemah lembutlah. Dalam bahasa Paus Fransiskus: 'jangan pernah lelah tersenyum. Kalian adalah bangsa yang murah senyum. Senyum adalah senjata ampuh. Teruslah berjalan bersama. Jangan pernah lelah menabur harapan'.

Lalu, jika sudah seperti itu, jika masih banyak orang suka bertengkar, itu semua untuk apa? Untuk siapa? Demi apa?



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.