Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP orang pasti pernah bermimpi. Tak cuma mimpi secara harfiah ketika tidur, tetapi juga mimpi dalam arti berangan-angan, berkhayal, berilusi, bermerayan, berasian, atau berdelusi.
Saking akrabnya mimpi dengan manusia, banyak istilah terkait dengannya. Kata orang Jawa, ngimpi kembange wong turu. Kata kita, mimpi adalah bunganya tidur. Yang namanya kembang, kebanyakan pasti cantik, wangi, sedap dipandang dan dirasakan. Tapi, mimpi tidak selamanya mengenakkan. Ada mimpi indah, ada pula mimpi buruk.
Mimpi juga dijadikan bahan kiasan. Sebut saja mimpi di siang bolong, yang artinya berharap pada sesuatu yang mustahil didapat. Kalau dalam bahasa iklan sebuah produk, ngimpiiii....
Belakangan ini, soal mimpi menjadi pembicaraan di seluruh negeri. Adalah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi atensi. Lewat akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, dia menceritakan mimpinya yang bukan sembarang mimpi. ‘Saya bermimpi, di suatu hari Pak Jokowi datang ke rumah saya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Ibu Megawati di kediamannya. Selanjutnya, kami bertiga menuju Stasiun Gambir’, tulisnya.
"Di Stasiun Gambir, sudah menunggu Presiden Indonesia ke-8 dan beliau telah membelikan karcis kereta api Gajayana ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena masih ada waktu, sejenak kami berempat minum kopi sambil berbincang-bincang santai,” kicau SBY lagi.
Kemudian, ketiganya menaiki kereta api tersebut menuju tujuan masing-masing, dan menyapa rakyat dalam perjalanan. Terakhir, SBY menuturkan, dia dan Jokowi berhenti di Solo. SBY kemudian melanjutkan perjalanan ke Pacitan dengan bus. ''Sedangkan Ibu Megawati melanjutkan perjalanan ke Blitar untuk berziarah ke makam Bung Karno.''
Dalam bukunya, Interpretation of Dream (1914), pendiri aliran psikoanalisis asal Austria, Sigmund Freud, menjelaskan bahwa mimpi merupakan jembatan antara dunia eksternal dan perasaan, kesan, maupun keinginan terpendam (terepresi). Mimpi adalah pemenuh keinginan dari apa yang tidak mampu terwujudkan di dunia eksternal.
Jika benar, mimpi SBY punya nilai tinggi. Ia bersentuhan dengan aspek kebangsaan dan kenegaraan. Ada yang menafsirkan, mimpi itu mewakili keinginan Pak SBY untuk kembali bisa rukun dengan Bu Mega.
Rakyat tahu, Bu Mega dan Pak SBY sudah hampir dua dekade tak akur. Banyak yang menduga ada sakit hati yang seolah tak terobati dalam diri Megawati karena merasa dikhianati mantan menterinya itu di Pilpres 2004. Tak sedikit yang menyebut sudah sangat lama SBY ingin memperbaiki hubungannya dengan Megawati, tapi bertepuk sebelah tangan.
Ada pula yang menafsirkan, SBY ingin agar semua pemimpin bangsa bersatu. Megawati, dia, dan Pak Jokowi mungkin beda pandangan, berlainan kepentingan, tetapi semestinya tetap berada di gerbong yang sama, gerbong yang mengangkut kepentingan bangsa dan negara.
Istilah mimpi dalam Islam disebut ar-ru'ya untuk mimpi yang baik dan al-hulm untuk yang buruk. Lalu, di dalam hadis diterangkan pula bahwa mimpi yang baik datang dari Allah, sedangkan mimpi buruk dari setan. Jika memang itu tafsirannya, mimpi SBY berarti mimpi yang baik. Baik, karena dia ingin para pemimpin negeri ini rukun.
Tak usah kita jauh-jauh mencontoh para mantan presiden AS yang tetap berhubungan baik. Puluhan tahun silam, bangsa ini sudah menyediakan banyak teladan betapa menyejukkannya politik persahabatan.
M Natsir dan IJ Kasimo dari sisi politik berlawanan. Natsir tokoh Masyumi, Kasimo tokoh Partai Katolik. Namun, secara pribadi keduanya bersahabat erat, berteman karib. Saat Natal, Natsir selalu berkunjung ke rumah Kasimo. Pun sebaliknya ketika Idul Fitri.
Dua bung, Bung Karno dan Bung Hatta, beda pandangan soal demokrasi hingga berpuncak pada mundurnya Hatta dari posisi wakil presiden pada 1 Desember 1956. Namun, persaudaraan mereka abadi. Bung Hatta-lah yang mewakili keluarga Bung Karno tatkala Guntur Soekarnoputra menikah.
Perseteruan antara Bung Karno dan Hamka amatlah tajam. Tetapi, meski pernah dipenjara, Hamka tetap bersedia menjadi imam salat jenazah Bung Karno. Bung Karno pula yang meminta Hamka menjadi imam salat saat dia berpulang. Tiada dendam, yang menonjol jiwa kenegarawanan.
Sungguh menggembirakan jika mimpi SBY merujuk pada harapan agar semua pemimpin tetap rukun, akur. Tapi ada juga tafsir lain, yakni mimpi itu bisa jadi menyiratkan keinginan SBY untuk menjalin koalisi dengan Megawati dan Jokowi di pilpres demi menghasilkan presiden ke-8 RI.
Salahkah? Tentu tidak. Tapi tidak baik kiranya jika pemimpin bersatu hanya ketika ada kepentingan politik, di kala ada maunya. Kalau demikian, mimpi SBY termasuk mimpi baik atau buruk? Silakan para pembaca menebaknya.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved