Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Etika yang kian Longgar

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
10/5/2023 05:00
Etika yang kian Longgar
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BANYAK orang bilang bahwa etika dalam praktik politik itu omong kosong. Ia dipandang absurd. Dalam politik praktis, kata orang yang meyakini absurditas etika politik, yang penting tidak melanggar aturan cukup sudah.

Tapi, benarkah seperti itu? Untuk menjawab pertanyaan itu, pas kiranya bila kita menyimak peristiwa tentang hakim Inggris yang dipecat gara-gara menonton film porno di kantor mereka, beberapa tahun yang lalu. Inggris, negara liberal itu (liberal kerap dianggap bebas dalam kacamata negatif), tidak mengenal kompromi atas pelanggaran etika.

Tiga hakim di Inggris itu, yakni Timothy Bowles, Warren Grant, dan Peter Bullock, dipecat karena menonton bahan-bahan pornografi melalui fasilitas teknologi informasi di kantor mereka. Selain dipecat, ketiga hakim tersebut juga diberhentikan dari jabatan mereka.

Dua pejabat pemerintah yang menggelar investigasi atas kasus tersebut, ketika itu, menyimpulkan bahwa menonton bahan-bahan pornografi ialah 'penyalahgunaan yang tidak bisa dimaafkan'. Tindakan itu juga dinilai merupakan 'bentuk tindakan pejabat publik yang sama sekali tidak bisa diterima'.

Chris Grayling, salah seorang pejabat yang melakukan investigasi, mengatakan bahwa dari sisi hukum, ketiga hakim tersebut tidak melakukan pelanggaran. "Ini persoalan etika, soal kode etik. Para hakim ini tidak melanggar hukum ," kata dia.

Badan yang membidangi kode etik hakim mengatakan tiga hakim yang dipecat menerima keputusan tim investigasi dan tidak mengajukan banding. Hakim keempat, Andrew Maw, memutuskan mundur sebelum kasus itu diselidiki.

Begitu kuatnya Inggris menjunjung etika kepublikan. Perkara privat (menonton konten porno), tapi dilakukan di kantor publik yang biaya penyelenggaraannya ditanggung oleh publik melalui pajak, tetap divonis mencederai kepentingan publik. Karena itu, meskipun tidak ada aturan yang dilanggar, tetap saja mereka dijatuhi sanksi pemecatan.

Di negeri ini, etika dipandang amat longgar. Ia seperti berdiri terpisah dari 'barisan' aturan. Moral dan etika kepublikan diposisikan di kaki, bukan di kepala yang menggerakkan perintah kepada tubuh. Apa yang menjadi perdebatan saat Kepala Negara mengumpulkan ketua umum partai politik di Istana Negara dan membicarakan strategi politik partisan amat layak untuk disoal dari sudut pandang etika.

Apalagi secara terang benderang, Kepala Negara mengakui bahwa acara kumpul-kumpul di Istana itu membicarakan strategi koalisi Pilpres 2024. Merancang strategi politik kelompok (bukan strategi memajukan kesejahteraan rakyat) di Istana Negara, yang listriknya dibiayai rakyat, pendingin ruangannya dibayar pakai duit rakyat, suguhan camilannya diambil pakai dana rakyat, apakah bukan bentuk pencederaan terhadap rakyat?

Apa jadinya apabila sebuah bangsa (Indonesia) berubah menjadi bangsa yang tidak bermoral? Para pemerhati etika menganggap sangat jelas bahwa peristiwa di Istana beberapa waktu lalu itu seperti tontonan kebangsaan yang menyuguhkan para pemimpin yang hanya menampilkan moralitas sekadarnya.

Apa yang sebenarnya kita harapkan dari bangsa Indonesia ketika perjalanan meniti peradaban tidak dibarengi dengan etika yang longgar, bahkan sangat longgar? Moral adalah kesadaran hati dari tiap-tiap jiwa manusia, kesadaran hati nurani untuk menghormati dan mencintai sesama, mementingkan kepentingan masyarakat.

Karena itulah, sesungguhnya tidak ada absurditas ketika kita berbicara kebaikan-kebaikan perilaku moralitas. Tolok ukurnya ialah akal sehat dan memosisikan etika pada tempat yang luhur.

Inggris dan banyak negara lainnya sudah menunjukkan cermin besar bagaimana para pejabatnya tidak main-main dengan etika dan moral publik. Tidak ada yang menangkis jika ada kesalahan etis dalam perilaku mereka. Mereka paham betul bahwa etika harus tegak.

Rakyat adalah pemilik kuasa. Etika dan moralitas yang ketat akan menggaransi bahwa sang pemilik kuasa tidak bakal kehilangan kekuasaannya karena dicuri oleh mereka yang tidak berhak.



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.