Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR pekan lalu, kolumnis Fareed Zakaria mengulas Meksiko yang kehilangan momentum. Di sebuah opininya di Washington Post itu Zakaria menulis, Meksiko mestinya bisa menangguk keuntungan ekonomi akibat ketegangan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Namun, tetangga 'Negeri Paman Sam' itu menyia-nyiakannya. Angin ekonomi yang 'menjanjikan' tertahan oleh politik yang buruk. Pemicunya, tulis Zakaria, hasrat Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, disingkat AMLO, untuk melanjutkan kekuasaannya dengan menempuh beragam cara.
AMLO, tandas Zakaria, ialah demagog pengejar populisme dari 'halaman terburuk' dalam sejarah Amerika Latin. Lopez Obrador disebut telah menyerang institusi politik penting Meksiko, yakni lembaga pemilu. Gerilya politik itulah yang dinilai paling berbahaya. Kewenangan lembaga independen pemilu tengah dipereteli.
Bulan lalu, partai penyokong Lopez Obrador mengesahkan RUU untuk melemahkan lembaga itu secara drastis. Awalnya, partai berkuasa mendorong rencana membunuh lembaga itu dan menggantinya dengan badan baru. Namun, upaya itu gagal karena jalan amendemen konstitusi sebagai syarat mengakhiri hidup lembaga pemilu tersebut tidak terpenuhi.
Karena itu, dicarilah jalur lain. Anggaran KPU-nya Meksiko akan dipotong hampir sepertiga. Banyak kantor lokal (KPU daerah) akan ditutup dan 6.000 anggota staf akan diberhentikan. Kekuatan mereka akan dibatasi dengan mencabut beberapa 'taring' pengawas. Dia mengatakan langkah itu dilakukan untuk menghemat anggaran hingga puluhan juta dolar.
Namun, banyak yang curiga, penghematan cuma dalih. Mereka yang skeptis menyebut Lopez mengambil langkah-langkah itu untuk memastikan pemilu berikutnya menghasilkan kemenangan di legislatif bagi partainya.
Kolom Zakaria menjadi peringatan nyata bahwa banyak yang 'menyelinap' untuk maksud-maksud tertentu pascapandemi. Ia sekaligus mengingatkan kebangkitan ekonomi akan sulit dicapai tanpa komitmen politik yang kuat dari pemegang kekuasaan untuk setia pada jalur demokrasi dan konstitusi.
Meksiko yang secara geografis dekat dengan raksasa ekonomi dunia tak bisa menangguk keuntungan positioning itu karena watak penguasa yang antikritik dan gemar membengkokkan tatanan konstitusi.
Saya, kok, merasa peringatan Zakaria itu pas juga untuk kita di sini. Kita memang bukan Meksiko. Penguasa kita juga tidak antikritik. Pun, jalan kita menuju pemilu masih di jalur yang benar.
Namun, siapa yang menggaransi semuanya bakal mulus? Faktanya, gerilya menunda pemilu masih gencar. Usaha mengembalikan sistem pemilu ke proporsional tertutup jalan terus. Ada pula upaya mengkriminalisasi sosok-sosok politik potensial.
Pandemi covid-19 memutar roda peradaban begitu cepat. Akibatnya, perubahan pun terasa mendadak dan dramatis. Termasuk perubahan politik. Namun, percayalah, itu jalan berbahaya dan sangat berisiko.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved