Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Perjamuan Mazhab Kedoya

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
20/1/2023 05:00
Perjamuan Mazhab Kedoya
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TARI keberagaman yang dimainkan sekitar 12 karyawan Media Indonesia menghangatkan HUT ke-53 Media Indonesia yang digelar di depan gedung percetakan MI, Kedoya, kemarin. Alunan musik, lagu, gerak dan tari, disertai busana etnik menambah paripurna nan estetik penampilan mereka. Aplaus yang tiada henti dari hadirin yang merasa puas dengan aksi mereka meski para pemain berlatih selama sepekan.

Tarian tersebut mengawali perhelatan hari lahir media yang berada di bawah payung Media Group Network. Dalam sambutannya, Direktur Utama Media Indonesia Gaudensius Suhardi mengapresiasi penampilan tari tersebut. Penampilan tarian tersebut, kata dia, membuktikan kreativitas pada media besutan Surya Paloh itu tak pernah padam. "Penampilannya sangat bagus. Keren bingits," katanya yang disambut aplaus meriah.

Menurutnya, kantor pusat MGN yang berlokasi di Kedoya, Jakarta Barat, menjadi episentrum peradaban jurnalitik. "Tradisi jurnalistik yang dibangun di Kedoya mampu melahirkan sebuah mazhab, namanya Mazhab Kedoya," ujarnya. Mazhab ini, lanjutnya, ditopang oleh tiga hal. Pertama, berkedalaman, ketajaman, dan kenakalan. Kenakalan yang dimaksud, kata dia, pemilihan diksi yang kuat, angle (sudut) berita yang menarik, unik, jenaka, dan bernas.

Media Indonesia, lanjutnya, harus melawan kematian, yaikni senjakala yang menghampiri bisnis media konvensional (media cetak). Jurusnya ialah dengan inovasi dan adaptasi senapas dengan era teknologi digital. "Tak ada yang abadi kecuali perubahan," tandasnya.

Selain perluasan ke ranah digital (e-paper Media Indonesia) dengan konten yang berkedalaman (indepth reporting) setiap hari sebanyak empat halaman, Media Indonesia juga meluaskan beritanya ke media sosial.

Dengan menyadari betapa penting content is kingMedia Indonesia membuat sejumlah konten yang memberikan inspirasi, seperti rubrik ikon, UMKM Go-Digital, Setara & Berdaya (karya-karya kaum disabilitas), Tradisi Lisan (Kerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan), Jurnal Kopi, Prominen (CEO muda), dan sebagainya. Pembentukan karakter bangsa melalui karya sastra dan bahasa juga dilakukan Media Indonesia dengan rubrik Cerita Pendek dan Bidasan Bahasa.

Tak hanya bermain dalam wilayah teks, Media Indonesia mengangkat rubrikasi ke dalam sebuah festival, seperti Festival Bahasa dan Sastra yang telah berlangsung selama dua kali. Pada Festival Bahasa dan Sastra

Oktober 2021, Media Indonesia menghadirkan penyair Sihar Ramses disertai lelang puisi Remy Sylado. Salah satu puisinya barunya dibuat saat penyair serbabisa ini terbaring sakit. Selanjutnya, pada Festival Bahasa dan Sastra Oktober 2023, Media Indonesia menampilkan Presiden Penyair Indonesia Soetardji Calzoum Bachri.

Menariknya, dari dua festival tersebut antusiasme kalangan Generasi Z dan Milenial untuk mengikuti lomba menulis cerpen sangat tinggi. Hal ini menepis angggapan bahwa kalangan muda sudah menjauhi dunia sastra.

Festival lainnya yang berbasis rubrikasi ialah Festival Setara dan Berdaya. Festival tersebut sebagai ajang kaum disabilitas menunjukkan karyanya ke publik secara langsung. Ternyata karya-karya mereka luar biasa, sama atau bahkan lebih dari manusia yang sempurna secara fisik.

Ada pula rubrikasi yang bekerja sama dengan kampus, yakni Rekacipta ITB. Isinya karya-karya penelitian dosen dari kampus kampus Ganseha tersebut.

Peringatan hari lahir Media Indonesia yang meriah menunjukkan bahwa media ini masih jauh dari kesan akan terhempas oleh disrupsi digital yang melahirkan media baru (new media). Belum lagi media sosial yang telah menunjukkan pengaruhnya sebagai penyebar informasi meski masih perlu tabayyun atau verifikasi lanjut terkait kebenaran beritanya.

Media Indonesia tetap konsisten bekerja sesuai standar jurnalistik dan kode etik jurnalistik, tidak bersandar rezim algoritma yang acapkali menggoda untuk melakukan clickbait, yakni teknik memancing pembaca dengan judul yang menarik, tetapi kontennya tidak sesuai dengan judul berita alias berita tipuan.

Sikap ini sesuai dengan Pasal 2 Kode Etik Jurnalitik, yakni wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Kode etik jurnalistik yang disahkan menjadi Peraturan Dewan Pers pada 2008.

Jalan pers menjadi kekuataan keempat demokrasi hanyalah dengan membangun jurnalisme berkualitas. "Pers ialah instrumen paling baik dalam pencerahan dan meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral, dan sosial," kata Thomas Jefferson. Tabik!



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.