Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Menunggu Petunjuk

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
16/3/2022 05:00
Menunggu Petunjuk
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SUDAH hampir tiga bulan harga minyak goreng melangit. Dalam kurun itu pula, solusi memaksa agar harga minyak berbahan sawit tersebut membumi masih saja majal. Beragam jurus menjinakkan licinnya harga minyak goreng pun seperti sia-sia.

Jurus mematok harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dianggap angin lalu. Semua varian HET minyak goreng, mulai kemasan curah, kemasan sederhana, hingga kemasan premium, disalip di pasaran. Tidak mengherankan ada yang memelesetkan HET menjadi 'harga eceran tertulis'.

Guyuran operasi pasar yang digelar pemerintah, swasta, hingga partai politik memang riuh dalam lensa dan lini masa, tapi tidak banyak berpengaruh pada turunnya harga. Orang-orang terus bertanya, apa yang terjadi sesungguhnya?

Sayangnya, ada pejabat yang menjawab pertanyaan penting itu dengan jawaban menyakitkan: banyak orang menimbun minyak goreng. Padahal, ada sejumlah aspek yang memengaruhi mengapa harga minyak goreng enggan turun. Bukan didominasi sebab tunggal.

Naiknya harga crude palm oil (CPO) dunia awalnya jadi biang masalah. Harga rata-rata bahan baku minyak goreng itu meroket hingga di atas MYR5.000/ton, dari sebelumnya sebesar MYR3.600/ton. Jika dikonversi ke rupiah, harga CPO kini sekitar Rp17 ribu per kg, dari sebelumnya Rp11 ribu per kg, atau naik hampir 60%.

Yang jadi ironi, melonjaknya harga minyak goreng itu terjadi di Indonesia yang notabene merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Total produksi minyak sawit kita sekitar 50 juta ton, tahun lalu. Itu setara dengan separuh pasokan kebutuhan minyak sawit dunia.

Meski pemerintah memberikan izin jutaan hektare pemanfaatan lahan negara untuk banyak perusahaan sawit melalui HGU, faktanya pemerintah masih kesulitan mengontrol harga minyak goreng yang dijual produsen di pasar domestik.

Produsen tentu tidak mau menomboki membengkaknya harga bahan baku. Prinsipnya sederhana: bisnis mesti untung. Impas saja sudah dianggap merugi, apalagi nombok. Bisa rugi kuadrat.

Namun, maunya kita, ada baiknya para produsen minyak goreng sudi berbagi 'beban'. Mau bergotong royong menyubsidi untuk rakyat. Terlebih lagi, para produsen sudah menikmati keuntungan dari naiknya harga CPO dunia. Sebagian besar produsen minyak goreng itu sekaligus juga pemilik konsesi lahan sawit. Mereka pasti mendulang untung dari ekspor minyak sawit.

Namun, hingga kini, aturan DMO (domestic market obligation) atau kewajiban memasok CPO untuk minyak goreng dalam negeri sebesar 20% terus ditawar. Tidak semua mematuhi kebijakan Kementerian Perdagangan tersebut.

Padahal, kebijakan DMO 20% dari volume ekspor CPO itu diterapkan untuk mencegah kelangkaan minyak goreng. Karena tidak semua patuh, kelangkaan minyak goreng pun kian menjadi-jadi.

Bahkan, ada kecurigaan bahwa yang patuh pun masih memanfaatkan celah. "DMO dipatuhi, tapi CPO hasil DMO itu tidak pernah sampai ke pabrik pengolahan minyak goreng, tetapi diduga mengalir ke pihak lain," kata anggota Komisi VI DPR Amin Ak.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membeberkan ada dua kemungkinan penyebab minyak goreng langka di pasaran. Pertama, lantaran ada kebocoran untuk industri, yang kemudian dijual dengan harga tak sesuai dengan patokan pemerintah. Kedua, ada penyelundupan dan penimbunan dari sejumlah oknum. Padahal, Lutfi mengatakan stok minyak goreng yang dimiliki pemerintah cukup, bahkan melimpah.

Jika sudah bisa membeberkan musabab kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng, mestinya mudah bagi pihak-pihak berwenang untuk bertindak. Atau, apakah memang menunggu 'petunjuk Bapak Presiden' dulu? Sebaiknya tidak semua urusan mesti diselesaikan di meja Presiden. Kiranya, semua pejabat yang diangkat sudah tahu itu.

Rakyat butuh kebijakan segera. Tidak ada waktu lagi untuk menunggu petunjuk.



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.