Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Diskriminasi Guru PAUD

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
07/3/2022 05:00
Diskriminasi Guru PAUD
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

IBARAT investasi, pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa menghasilkan keuntungan paling besar. Pentingnya PAUD terkonfirmasi dalam hasil penelitian James Heckman, ahli ekonomi dari Universitas Chicago dan peraih Nobel Ekonomi. Kata dia, investasi US$1 PAUD mendatangkan keuntungan US$13.

Heckman juga mengatakan bahwa PAUD yang berkualitas meningkatkan kelulusan SLTA perempuan dari 13% menjadi 25%. PAUD berkualitas meningkatkan penghasilan laki-laki dewasa antara US$19.000 sampai US$24.000. Sudah saatnya Indonesia memberikan perhatian serius dengan mengakihiri diskriminasi guru PAUD.

Indonesia beruntung punya Nadiem Anwar Makarim yang kini memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia memberikan perhatian serius pada PAUD dalam revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Revisi itu sudah masuk ke program legislasi nasional sejak 17 Desember 2019.

PAUD akan diatur kembali karena dalam UU Sisdiknas, PAUD bukan merupakan jenjang tersendiri dan praktiknya di lapangan  diselenggarakan melalui jalur formal dan nonformal yang menimbulkan dikotomi antara keduanya.

“PAUD formal ataupun nonformal yang ada ke depannya akan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan diikat dengan standar input, proses, dan capaian,” ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo dalam acara silaturahim bersama Media Indonesia, Jumat (4/3).

Nino, panggilan akrab Anindito, menjelaskan bahwa PAUD ke depan akan menjadi lembaga pendidikan formal yang masuk ke jenjang tersendiri. Hal itu dinilai sangat penting sehingga intervensi pemerintah untuk perbaikan, baik dari sisi kelembagaan atau manajemen guru serta mutu dapat ditingkatkan.

PAUD diatur dalam Pasal 28 UU 20/2003. Disebutkan bahwa PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Penjelasan pasal itu dinyatakan bahwa PAUD diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar.

Ada tiga jenis PAUD, yaitu jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. Jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain, taman penitipan anak, atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Cara membedakan ketiganya mudah saja. Pemberian status dan kedudukan guru hanya kepada pendidik PAUD formal kendati tiga jalur itu menjalankan fungsi yang sama. Pangkal soalnya ada pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 

Status guru, menurut UU Guru dan Dosen, hanya disematkan kepada mereka yang merupakan tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tenaga pendidik PAUD di jalur nonformal dan informal tidak diakui sebagai guru.

Berdasarkan data PAUD dari Kemendikbud Ristek 2021, terdapat 187.211 PAUD di Indonesia terdiri atas milik negeri 4.539 dan swasta 182.672. Total pendidik berjumlah 669.845 orang dengan rincian menurut status sekolah ialah negeri 26.036 orang dan swasta 643.809 orang.

Berapa jumlah penyandang status guru dari 669.846 tenaga pendidik PAUD? Jumlahnya 358.057 orang. Mereka yang tidak berhak menyandang sebutan guru sebanyak 311.789 orang. Mereka itulah yang mengalami diskriminasi. Padahal, masyarakat hanya mengenal satu sebutan bagi pendidiknya, yakni guru. Tidaklah heran, guru di PAUD nonformal dan informal ialah pahlawan tanpa tanda jasa dalam pengertian sebenarnya, benar-benar tidak diberi apresiasi yang layaknya sebagai guru.

Kiranya tepat langkah Mas Menteri Nadiem untuk merevisi UU Sisdiknas dalam satu tarikan napas dengan revisi UU Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Menjadikan PAUD sebagai jenjang pendidikan formal sangat beralasan. Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2020, terdapat sekitar 32,96 juta anak usia dini di Indonesia. Mereka hadir untuk mengisi 12,19% penduduk Indonesia dan disebut sebagai generasi alfa, mengingat tahun kelahiran mereka berada pada rentang 2010-2025. Persentase anak usia dini yang mengikuti PAUD mencapai 27,68% atau 1 dari 4 anak telah mengikuti PAUD.

Mereka ialah anak-anak yang akrab dengan dunia digital, melek digital sejak dini. Jika Indonesia tidak serius berinvestasi pada PAUD, kelak akan muncul generasi individualistis dan antisosial. Investasi PAUD sesungguhnya investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.



Berita Lainnya
  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?