Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Menjaga Kabar Baik

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
29/1/2022 05:00
Menjaga Kabar Baik
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA sejumlah kabar baik belakangan ini. Khususnya, terkait dengan geliat perekonomian di Tanah Air. Mulai ekspor yang melonjak, harga komoditas yang membubung, investasi yang melampaui target, hingga pertumbuhan ekonomi yang positif, semuanya kian menguarkan optimisme.

Satu kabar baik di tengah tumpukan kabar buruk saja sudah seperti hujan sehari yang mendinginkan panas setahun. Apalagi, ini kabar baik bertubi-tubi. Rasanya pasti setara suntikan semangat berlipat-lipat. Itu bakal membangkitkan optimisme kuadrat.

Sebulan lalu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membawa kabar baik pertama. Ia mengatakan nilai ekspor Indonesia sepanjang 2021 terkerek tajam mencapai US$231,54 miliar, atau naik 41,8% jika dibandingkan dengan ekspor pada 2020 yang mencapai US$163,1 miliar. Capaian ekspor sepanjang 2021 itu juga menjadi rekor baru ketimbang nilai rekor yang dicapai 10 tahun silam (2011), ketika kita mencetak rekor ekspor sebesar US$203,6 miliar.

Catatan penting pencapaian sejarah ekspor tersebut didorong oleh pertumbuhan yang tinggi baik di sektor migas maupun nonmigas. Ekspor nonmigas tumbuh 41,5%, sedangkan ekspor migas tumbuh 48,7%. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, komoditas nonmigas yang paling kontributif selama 2021 ialah turunan atau produksi dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), besi dan baja, elektronik, hingga otomotif.

Kabar baik kedua datang dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Tengah pekan ini ia berbagi kebahagiaan karena capaian investasi yang melampaui target. Walau ada pandemi covid-19, Presiden Jokowi memasang target tinggi untuk investasi 2021, yakni Rp900 triliun.

Hasilnya, melebihi target. Total jenderal investasi yang diraih sepanjang tahun lalu Rp901,02 triliun. Itu artinya lebih banyak sekitar Rp1 triliun jika dibandingkan dengan yang ditargetkan. Lebih menggembirakan lagi, realisasi investasi sepanjang tahun lalu mulai bergeser ke sektor-sektor yang mendukung industrialisasi, seperti industri logam dasar dan barang logam.

Padahal, tahun sebelumnya masih didominasi investasi di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Dengan pergeseran ini, ada harapan pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih kukuh dan stabil sebab penopangnya ialah sektor industri manufaktur.

Kabar baik selanjutnya ialah pertumbuhan ekonomi 2021 yang diperkirakan mulai positif. Sejumlah kalangan memprediksi ekonomi kita bakal tumbuh di rentang 3,5% hingga 3,9%. Kendati belum sesuai ekspektasi, yakni tumbuh 5%, pencapaian di atas 3% boleh dibilang lumayan. Pasalnya, ketidakpastian pandemi covid-19 masih sangat tinggi. Bahkan, varian delta sempat menipiskan harapan tahun lalu.

Masuk akal kiranya bila banyak pihak kian menaruh harapan pada pemulihan ekonomi kita. Saya tertarik dengan pernyataan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto. Saat berbicara di Media Group Network Summit 2022, Teguh menyebut ada dua faktor good yang membuat kabar gembira di 2021 itu muncul bertubi-tubi. Keduanya ialah good policy (kebijakan yang pas) dan good luck (keberuntungan).

Good policy bisa dilihat dari meningkatnya stimulus pemerintah, dari sekitar Rp699,7 triliun di 2020 menjadi Rp744,9 triliun di 2021. Kebijakan pas lainnya ialah pembatasan sosial yang terukur dan capaian vaksinasi yang lumayan tinggi, yakni 60% dari target sasaran dua dosis vaksin sudah disuntikkan.

Adapun good luck terjadi karena melejitnya harga komoditas, khususnya batu bara dan kelapa sawit (CPO), serta mulai 'rileksnya' masyarakat menghadapi covid-19 dengan beragam ancamannya. Naiknya harga komoditas membuat rapor ekspor kita terus membiru. Rileksnya masyarakat menghadapi korona membuat kepercayaan diri muncul, mobilitas mulai meningkat sehingga ekonomi pun menggeliat.

Ke depan, faktor good luck tidak boleh menjadi andalan sebab keberuntungan akibat melejitnya harga komoditas tidak selalu datang. Kepercayaan diri masyarakat menghadapi korona juga bukannya tanpa risiko. Terlalu percaya diri di tengah kapan akhir pandemi yang masih misteri bisa menjadi petaka. Mengumbar kebebasan seolah-olah korona sudah sayonara, potensial mendatangkan gelombang bencana jilid selanjutnya.

Maka, bagi saya, menjaga kabar baik paling andal ialah dengan menaikkan derajat good policy. Urusan kapan menginjak gas dan kapan menarik tuas rem, misalnya, perlu dimiliki seluruh pengambil kebijakan. Respons juga mesti dilakukan bergegas, di tengah situasi yang berubah cepat. Soal kapan mengguyur stimulus, kapan menyetopnya, kepada siapa, dan sektor apa saja stimulus diprioritaskan, juga bagian dari good policy. Biasanya, kalau kebijakannya pas dan baik, keberuntungan akan beruntun datang.

Itu namanya rezeki anak soleh.

 



Berita Lainnya
  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.