Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Maaf

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
28/1/2022 05:00
Maaf
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KATA maaf laris manis belakangan ini. Ia dilafalkan banyak orang dari berbagai kalangan dengan beragam alasan dan tujuan.

Meski cuma satu kata, maaf bukanlah sesuatu yang gampang untuk diucapkan. Ia, terlebih memberikan maaf, bahkan termasuk pekerjaan tersulit. Ada banyak faktor di situ.

Seperti dilansir Psychology Today, setidaknya ada lima alasan kenapa seseorang susah minta maaf. Pertama, bisa mengancam harga diri. Kedua, minta maaf bisa menjadi sesuatu yang memalukan.

Ketiga, takut memikul kesalahan orang lain. Kemudian, takut kesalahan lain terungkap dan terakhir, khawatir pertahanan psikologis jebol.

Legawa, itulah kunci dasar untuk mudah meminta maaf. Mengakui kesalahan, inilah pendorong paling kuat untuk memohon maaf. Dua syarat yang gampang-gampang susah. Gampang bagi mereka yang tulus, susah buat orang-orang yang merasa diri tinggi.

Belanda bahkan butuh waktu 75 tahun untuk meminta maaf kepada Indonesia atas penjajahan selama 350 tahun yang dilakukan kakek moyang mereka. Permintaan maaf itu disampaikan Raja Belanda Willem-Alexander saat bertandang ke Istana Bogor, 10 Maret 2020.

Meski sulit, permintaan maaf akhir-akhir ini ramai diucapkan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, misalnya. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, 24 Januari lalu, dia meminta maaf kepada rakyat karena kinerja Korps Bhayangkara yang dipimpinnya belum sesuai dengan asa.

"Kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas Polri. Untuk itu, saya selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengucapkan permohonan maaf terhadap kinerja, perilaku, maupun perkataan anggota Polri yang belum sesuai dengan harapan masyarakat," kata Listyo.

Sebelumnya, pada akhir tahun, Kapolri melakukan hal yang sama. Hemat saya, dia tulus. Permintaan maafnya pun disampaikan tanpa syarat. Tidak ada embel-embel 'jika', 'kalau', atau 'seandainya'. Dia mengakui Polri masih banyak kekurangan. Dia menyadari masih banyak anggotanya yang bikin rakyat kecewa.

Kekecewaan itu bahkan meletup sehari sebelum Kapolri meminta maaf. Pemicunya ialah ada anggota yang kelewat 'pemaaf'. Dia tidak menilang konvoi mobil mewah di Tol Depok-Antasari yang jelas melanggar aturan batas kecepatan sebab para pengemudinya meminta maaf.

Tindakan itu melukai perasaan publik. Apakah kalau orang biasa dengan kendaraan biasa akan dimaafkan juga jika melakukan pelanggaran serupa? Apakah sopir bus atau truk yang kooperatif setelah melakukan pelanggaran lantas dibebaskan dari tilang? Maaf, saya, kok, tidak yakin.

Pejabat minta maaf langka di negeri ini. Pejabat yang mengakui kekurangan sangat kurang di Republik ini. Karena itu, Jenderal Listyo patut mendapat apresiasi. Bolehlah dia menjadi contoh bagi pejabat lain.

Mengakui kekurangan lalu minta maaf ialah modal istimewa untuk memperbaiki diri. Tentu saja, permintaan maaf Kapolri tak boleh setop di kata-kata, tapi mesti berlanjut ke peningkatan kinerja.

Kata maaf juga kerap terucap dalam situasi yang berbeda. Sang pengucap ialah mereka yang sedang tersandung oleh hukum karena ucapan atau lantaran jari mendahului pikiran. Latar belakang mereka bermacam-macam, mulai insan biasa hingga insan politik.

Kiranya cukup kita ambil tiga contoh yang kasusnya masih panas. Ada Ferdinand Hutahaean, eks politikus Partai Demokrat yang jadi tersangka karena cicitan di akun Twitter-nya menyinggung sentimen agama. Berkas dan barang bukti sudah diserahkan kepada jaksa. Dia segera disidang.

Ada pula Arteria Dahlan, politikus PDIP yang memantik amarah masyarakat Jawa Barat karena mempersoalkan penggunaan bahasa Sunda. Dia terantuk oleh sentimen kedaerahan. Dia sudah dilaporkan ke polisi.

Kasus termutakhir membelit Edy Mulyadi. Mantan caleg PKS itu dinilai menghina masyarakat Kalimantan karena menyebut lokasi ibu kota negara yang baru sebagai tempat jin buang anak. Banyak laporan agar dia diproses hukum.

Ketiga orang itu bernasib sama meski akhir ceritanya nanti hampir pasti berbeda. Mereka sama-sama sudah meminta maaf pula. Hanya, banyak yang menilai mereka tak sepenuh hati. Tidak ikhlas. Non-apology apology.

Permohonan maaf mereka sampaikan setelah kecaman bak gelombang menghantam. Di awal, mereka justru sibuk membela diri, gigih mengklarifikasi.

Saya tidak bisa menjenguk isi hati ketiganya. Hanya mereka sendiri dan Tuhan yang tahu apakah permintaan maaf yang disampaikan memang suara hati atau sekadar suara mulut. Apakah permohonan maaf itu hanya siasat untuk menghindari proses hukum, saya juga tak paham. Bisa iya, bisa juga tidak.

Apa pun, meminta maaf lebih baik daripada tidak sama sekali. Kata psikolog Amerika Louis Laves Webb, meminta maaf ialah inti perbaikan masalah. Namun, maaf, cuma permintaan maaf yang tulus yang bisa memperbaiki masalah.



Berita Lainnya
  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.