Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Percaya Media Arus Utama

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
19/1/2022 05:00
Percaya Media Arus Utama
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MASIH layakkah kita memercayai media arus utama di tengah kendali informasi di tangan media sosial? Secara subjektif, saya menjawab harus percaya. Bukan sekadar 'masih'. Harus itu aktif. Mencerminkan ikhtiar. Membuka ruang kesadaran.

Saya menjawab seperti itu karena dua hal. Pertama, karena saya memang bergelut di media arus utama dan karenanya perlu membela diri. Sikap apologetika tersebut saya ambil karena ada kerisauan akan masa depan media arus utama yang kian digerogoti media sosial dalam sebuah ladang 'pertempuran' yang tidak adil dan berimbang.

Tidak berimbang karena media arus utama harus berdarah-berdarah dengan biaya tidak murah, dengan jalan serbatidak mudah untuk menampilkan informasi investigatif, misalnya. Di sisi lain, dengan mudah dan murahnya media sosial memublikasikan hasil laporan media arus utama tersebut di berbagai kanal tanpa kompensasi memadai. Tidak ada hak publikasi (publisher rights) yang adil terhadap media arus utama.

Hanya segelintir negara yang sudah mengatur soal publisher rights ini. Australia salah satunya. 'Negeri Kanguru' itu tidak mau membiarkan yang kuat menggilas yang mulai lemah dalam sebuah pertandingan yang tidak sepadan. Australia tidak mau ada yang punah karena 'dimusnahkan' secara tidak adil.

Alasan kedua mengapa kita harus percaya media arus utama: karena di tengah 'tsunami' informasi, media arus utama punya alur pertanggungjawaban yang jelas. Ada gatekeeper (penjaga gerbang) berlapis yang membuat informasi di media arus utama relatif terjaga dari kesalahan atau kesesatan informasi.

Kalaupun ada bias pandang, kesalahan data, atau kesalahan kutip, ada mekanisme pertanggungjawaban yang jelas. Tentu kaidah tersebut tidak dimiliki media sosial. Secara normatif, media sosial memang tidak menuntut akuntabilitas yang ketat dan tinggi. Longgarnya media sosial tersebut menjadi musabab banyaknya misinformasi, disinformasi, bahkan malainformasi.

Tidak mengherankan bila dalam tiga tahun terakhir, mulai ada arus balik kepercayaan publik terhadap media arus utama. Tingkat kepercayaan pada media arus utama di Indonesia juga terus meningkat dan berada di posisi tertinggi di dunia.

Survei Edelman Trust Barometer 2021 yang diluncurkan pada 13 Januari 2021 menunjukkan tingkat kepercayaan pada media arus utama di Indonesia meningkat tiga poin dari 69 pada tahun sebelumnya menjadi 72 poin. Angka itu merupakan yang tertinggi di dunia setelah Tiongkok (70), India (60), Singapura (62), dan Malaysia (62). Secara global, tingkat kepercayaan pada media meningkat dua poin dari 49 menjadi 51.

Gambaran tidak jauh berbeda juga ditunjukkan hasil survei Dewan Pers tentang kepercayaan publik terhadap media arus utama dalam menyajikan informasi terkait pandemi covid-19. Survei yang melibatkan 1.020 responden di 34 provinsi itu menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap informasi covid-19 yang disajikan media arus utama ada di rentang 70% hingga 86%.

Gambaran tersebut berbeda jika dibandingkan dengan empat hingga enam tahun lampau saat media sosial sangat mendominasi terpaan informasi. Puncaknya terjadi pada 2015 saat angka kepercayaan publik terhadap media arus utama mencapai titik terendah. Survei Edelman Trust Barometer Report merekam pada tahun itu tingkat kepercayaan publik terhadap media hanya 51%. Padahal, pada 2010 masih sangat tinggi, yakni 86%.

Kiranya kepercayaan publik yang mulai pulih ini patut disyukuri. Juga, dijaga. Harapan besar publik kepada nilai keakuratan dan kepercayaan ini mesti dibayar lunas dengan sajian informasi yang lebih lengkap dan mendalam. Mesti ada klarifikasi, konfirmasi, dan disiplin verifikasi yang menjadi harga mati bagi media arus utama. Jurnalisme data yang presisi untuk kepentingan universal mesti diutamakan. Ini akan jadi pembeda pada data di media sosial yang cenderung untuk kepentingan kelompok. Di media arus utama, data mesti menjadi sumber referensi baru.

Jika media arus utama taat asas, ditambah adanya aturan yang adil, usia hanyalah angka. Zaman hanyalah penanda perubahan. Namun, napas dan takdir sejarah media arus utama akan hidup seterusnya. Tidak berubah jadi arus pinggiran.

Jadi, dari 'mimbar' Podium ini, saya ingin menyeru, percayai media arus utama. Termasuk, percaya pada Media Imdonesia, yang hari ini berulang tahun ke-52. Panjang umur Media Indonesia, panjang umur media arus utama, panjang umur hal-hal baik.



Berita Lainnya
  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.