Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMULANGAN mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Wuhan, Tiongkok, telah dilakukan. Sejak Minggu pagi, sebanyak 238 warga negara Indonesia telah tiba di Tanah Air dan menjalani karantina di Pulau Natuna. Kalau dalam 14 hari ke depan tidak ada gejala apa pun, mereka diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Tidak hanya langkah pemulangan WNI yang dilakukan pemerintah, untuk mencegah masuknya virus korona ke Indonesia semua perjalanan dari Indonesia dan Tiongkok ditunda. Semua maskapai penerbangan dilarang menjalani rute ke Tiongkok.
Apakah langkah itu tepat? Demi keselamatan warga yang lebih besar, memang negara harus mengambil sikap. Kita sering diingatkan, pilihan yang dihadapi pemimpin dalam mengambil keputusan sering kali bukan antara baik dan buruk. Yang lebih sering terjadi justru pilihan antara buruk dan kurang buruk, evil and less evil.
Kita hanya ingin menambahkan, semua itu harus dilakukan secara terukur dan jelas dasar pertimbangannya. Jangan sampai keputusan diambil secara berlebihan dan akhirnya justru menimbulkan masalah baru.
Semua pilihan itu ada konsekuensi. Di samping dampak positif, kita melihat dampak negatifnya. Larangan warga Tiongkok untuk berkunjung ke Indonesia membuat jumlah wisatawan merosot drastis. Di Bali, misalnya, hotel kehilangan potensi 15 ribu kamar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam seminar yang diselenggarakan Jurnalisme Profesional untuk Indonesia mengaku masih menghitung dampak ekonomi akibat isu virus korona. Yang pasti, pariwisata yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan akan terkena dampaknya.
Daerah-daerah yang selama ini menjadi tujuan wisata turis asal Tiongkok selain Bali ialah Manado dan Riau. Dengan turunnya jumlah kunjungan, selain industri perhotelan, yang akan terkena dampak ialah usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah-daerah.
Kalangan dunia usaha mengharapkan pemerintah tidak berlebihan dalam menangani isu virus korona. Sekarang ini sebenarnya dunia usaha mulai merasakan pemulihan. Terutama sektor makanan dan minuman, bisnisnya sudah kembali normal.
Pulihnya sektor makanan dan minuman diharapkan menggerakkan sektor yang lain. Setelah kebutuhan makanan dan minuman terpenuhi, masyarakat biasanya mulai membelanjakan untuk durable goods.
Dunia usaha sangat khawatir apabila pemulihan yang baru mulai terjadi akan kembali ke titik nol. Apalagi, kita belum bisa memperkirakan berapa lama langkah pengendalian virus korona akan tertangani. Pemerintah Tiongkok sangat serius untuk bisa segera menemukan vaksin yang bisa dipakai guna menimbulkan antibodi kepada warga.
Sekarang ini yang dibutuhkan masyarakat ialah edukasi yang benar. Langkah yang sekadar menakut-nakuti justru akan kontraproduktif. Masyarakat akhirnya ikut bereaksi secara berlebihan.
Seperti sekarang ini, kebutuhan untuk masker tiba-tiba melonjak drastis. Orang cenderung membeli masker dalam jumlah yang berlebihan. Akibatnya, harga masker naik empat kali lipat daripada biasanya.
Dengan respons yang tepat, kita akan lebih bisa mengendalikan virus korona dengan biaya yang wajar. Bahkan, dengan edukasi yang benar, kita bisa mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan seperti biasanya. Kita berlomba-lomba untuk meningkatkan produktivitas kerja kita.
Kita bahkan seharusnya bisa ikut berbuat untuk dunia. Para ahli virologi dan biologi ikut bekerja menemukan vaksin untuk melawan virus korona. Kalau bisa melakukan itu, kita ikut memberikan kontribusi yang luar biasa kepada dunia.
Kita perlu menyimak pidato yang disampaikan petenis Kroasia Novak Djokovic setelah merebut gelar kedelapan di ajang Australia Terbuka. Dengan begitu banyaknya tragedi yang terjadi di dunia, kita harus makin mencintai satu dengan yang lain. “Kita harus bersatu, lebih dari yang sudah kita lakukan sekarang ini.”
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.
HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.
KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved