Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Etika Mundur di Pasar Modal

02/2/2026 05:00
Etika Mundur di Pasar Modal
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri. Pasar mungkin bisa dipulihkan dengan kebijakan, tetapi kepercayaan hanya bertahan jika kekuasaan tahu kapan harus menepi.

Hari itu Jumat, 30 Januari 2026. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman lebih dulu mengumumkan pengunduran diri. Tak lama berselang, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, serta dua pejabat OJK lainnya menyusul langkah yang sama.

Percaya saja pengunduran diri mereka berangkat dari kesadaran etis yang murni. Bukan karena kuatnya intervensi dari lorong-lorong gelap kekuasaan. Kepercayaan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan dan stabilitas sistem pasar modal.

Mengundurkan diri bukan semata tindakan administratif. Ia pernyataan etika tentang bagaimana seseorang memahami kekuasaan. Mundur dari jabatan merupakan bentuk tertinggi kesetiaan pada nilai, bukan pengkhianatan terhadap amanah.

Dalam dunia pasar modal, etika bisnis berfungsi sebagai penuntun moral yang melampaui ketentuan hukum formal. Ia menuntut integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme terutama ketika kepercayaan publik terguncang.

Lima pejabat itu menepi sebagai bentuk tanggung jawab moral atas keguncangan pasar modal dua hari sebelumnya. Dalam rentang waktu tersebut, arus modal asing tercatat keluar secara neto Rp10,61 triliun. Perdagangan saham bergejolak setelah rilis MSCI yang menyoroti persoalan transparansi dan tata kelola perdagangan saham di Indonesia.

Langkah mundur itu juga merupakan ketaatan tegak lurus pada etika kehidupan berbangsa. Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 menegaskan pejabat publik harus siap mundur apabila kebijakan yang diambil terbukti keliru dan secara moral bertentangan dengan hukum serta rasa keadilan masyarakat.

Di titik itulah etika kekuasaan diuji. Apakah jabatan dipertahankan sebagai tujuan, atau dilepas ketika nilai yang lebih besar menuntut menepi. Lima pejabat otoritas keuangan memilih pilihan kedua. Acung dua jempol untuk mereka.

Sikap mereka kontras dengan praktik yang lazim di negeri ini. Banyak pejabat justru bertahan meski nama mereka disebut dalam persidangan korupsi. Alibi disusun rapi, jabatan dipertahankan mati-matian. Pengunduran diri baru terjadi setelah status tersangka diumumkan. Etika pun disandera prosedur, seolah tanggung jawab moral baru lahir setelah putusan hukum.

Pengunduran diri itu bukan soal siapa benar dan siapa salah. Yang relevan ialah keberanian memikul tanggung jawab, bukan mengamankan posisi. Dalam iklim kekuasaan yang defensif, langkah mundur tampil sebagai koreksi atas kebiasaan bertahan tanpa rasa bersalah.

Masih adakah pejabat lain yang menyusul menepi? Jawabannya sama seperti berharap matahari beralih ufuk terbit. Dalam praktik politik dan birokrasi, jabatan kerap diperlakukan sebagai milik pribadi yang harus dipertahankan sampai titik terakhir. Padahal, justru mundur ialah pilihan paling etis.

Kekuasaan yang dilepas secara sadar ialah keputusan moral. Ia lahir dari kesadaran bahwa keberadaan seseorang berpotensi merusak kepercayaan publik atau integritas lembaga. Dalam kerangka Max Weber, itulah etika tanggung jawab; kesediaan menanggung akibat dari kekuasaan yang dijalankan, bukan sekadar berpegang pada kemurnian niat.

Etika keyakinan berbicara tentang niat. Etika tanggung jawab berbicara tentang dampak. Kekuasaan yang matang tidak berhenti pada niat baik, tetapi berani menilai konsekuensinya. Ketika konsekuensi itu merusak nilai yang lebih besar seperti kepercayaan publik, stabilitas institusi, rasa keadilan, menepi menjadi pilihan paling waras.

Patut diapresiasi pejabat otoritas keuangan yang memilih jalan mundur. Ukuran keutamaan tidak diuji ketika kekuasaan aman, tetapi ketika ia berubah menjadi beban moral. Mundur bukan tanda kelemahan, melainkan pengakuan atas batas etika kekuasaan.

Makna pengunduran diri tidak terletak pada jabatan yang ditinggalkan, tetapi pada nilai yang diselamatkan. Kekuasaan selalu punya alasan untuk bertahan, tetapi hanya sedikit yang punya keberanian untuk mundur.



Berita Lainnya
  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.