Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNGGULAN pertama Aryna Sabalenka memperpanjang rekor tidak terkalahkannya di Dongfeng Voyah Wuhan Terbuka, Rabu (9/10), usai
memenangi babak pembuka turnamen tenis tersebut.
Sabalenka, yang merupakan juara bertahan dua kali, membuka pertandingan di Wuhan dengan kemenangan 6-4 dan 6-4 di putaram kedua atas petenis peringkat 37 Katerina Siniakova.
Sabalenka kembali ke jalur kemenangan dengan menumbangkan Siniakova, yang merupalan petenis nomor 1 dunia ganda putri, dalam waktu 1 jam 34 menit.
Baca juga : Aryna Sabalenka Sebut Gelar AS Terbuka 2024 Sangat Istimewa
"Senang bisa kembali ke Wuhan. Siniakova, yang berjuang untuk setiap poin, sangat senang saya bisa menyelesaikan pertandingan ini dalam dua set," kata Sabalenka setelah kemenangannya, seperti disiarkan WTA.
Petenis nomor 2 dunia itu kini menorehkan catatan menang kalah 13-0 di Wuhan sepanjang kariernya.
Ia memenangi gelar di turnamen tenis di Tiongkok itu dalam penampilan perdananya pada 2018 dan kemudian mempertahankan gelar pada 2019 sebelum turnamen tersebut vakum selama lima tahun.
Baca juga : Kalahkan Zheng Qinwen, Aryna Sabalenka Melaju ke Semifinal AS Terbuka
"Saya sangat merindukan Wuhan. Saya memiliki kenangan yang sangat indah saat memenangi gelar tersebut, dua kali, di sini. Wuhan saja sudah
memberi saya banyak kenangan yang hebat, suasana yang menyenangkan," ujar Sabalenka.
Sabalenka juga menorehkan kemenangannya yang ke-50 di tingkat tur tahun ini dengan mengalahkan Siniakova.
Petenis Belarus itu hanya tertinggal dari Iga Swiatek dalam kemenangan pertandingan tingkat tur untuk tahun ini, dan ia semakin mendekati peringkat teratas Swiatek dalam pertarungan mereka untuk memperebutkan posisi No.1 dunia akhir tahun di peringkat tunggal WTA.
Baca juga : Tampil Dominan, Aryna Sabalenka Tekuk Lucia Bronzetti
"Saya senang mengikuti kompetisi ini dan saya senang melihat (Swiatek) dalam undian," kata Sabalenka.
"Saya suka sekali, seperti, mencapai final dan menghadapinya di final. Selalu ada pertarungan yang hebat. Saya selalu menikmati pertarungan
melawannya."
"Semoga kami bisa bertanding satu sama lain di sana di (WTA Finals Riyadh), memperebutkan posisi No.1 dunia. Itu idealnya. Saya mencoba untuk fokus pada diri saya sendiri dan memastikan bahwa saya memainkan tenis terbaik saya dan memastikan saya masih memiliki kesempatan ini untuk menjadi pemain nomor 1 dunia di akhir tahun," lanjut petenis berusia 26 tahun itu.
Baca juga : Aryna Sabalenka Juara Cincinnati Terbuka
Juara Australia Terbuka dan Amerika Serikat (AS) Terbuka tahun ini, Sabalenka, berharap memulai rangkaian kemenangan baru menjelang akhir musim.
Ia memiliki rekor kemenangan 15 pertandingan yang dipatahkan oleh Karolina Muchova di perempat final Beijing, pekan lalu.
Lawan Sabalenka di babak 16 besar adalah Yulia Putintseva, yang berada di peringkat ke-35 dunia, yang menyingkirkan unggulan ke-15 Donna Vekic 6-4, 3-6, dan 6-4.
Sabalenka dan Putintseva hanya pernah berhadapan satu kali sebelumnya, dan Putintseva memenangi pertandingan itu dalam straight set di AS Terbuka 2019. (Ant/Z-1)
PETENIS putri Indonesia, Janice Tjen, memilih menatap ajang Indian Wells 2026 dengan pendekatan realistis. Ia tidak memasang target khusus, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas.
Carlos Alcaraz mengincar gelar ketiga di Indian Wells 2026 dengan modal 12 kemenangan beruntun. Simak pengakuan sang petenis nomor 1 dunia tentang ambisi mengejar rekor Novak Djokovic
Daniil Medvedev, bintang tenis dunia terjebak di Dubai akibat penutupan ruang udara Timur Tengah. Terancam absen di ATP Masters 1000 Indian Wells.
Duet Janice/Piter berhasil menghentikan langkah pasangan Marie Bouzkova (Rep Ceko) dan Ann Li (Amerika Serikat) melalui kemenangan straight set 7-6 (3) dan 6-3.
Daniil Medvedev menang dengan skor meyakinkan 6-4 dan 6-2 atas Felix Auger-Aliassime di laga semifinal Dubai Duty Free Tennis Championships.
Masuk ke lapangan dengan catatan buruk 0-11 melawan petenis peringkat lima dunia, Miomir Kecmanovic akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan tersebut dengan mengalahkan Alexander Zverev.
Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, menjadi salah satu sosok yang paling lantang mendukung usulan tersebut.
Aryna Sabalenka, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari turnamen yang akan berlangsung di Doha pekan depan tersebut dengan alasan penyesuaian jadwal kompetisi.
Update peringkat tenis dunia (WTA) pasca Australian Open 2026. Elena Rybakina naik ke peringkat 3, Aryna Sabalenka kokoh di puncak.
Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, akhirnya merengkuh takhta Australia Terbuka 2026 setelah menumbangkan peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka.
ELENA Rybakina memastikan tempat di final Australia Terbuka 2026 dan akan menghadapi Aryna Sabalenka setelah menyingkirkan Jessica Pegula 6-3, 7-6 (9/7).
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved