Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Konflik Panas di Dubai: Aryna Sabalenka Pertimbangkan Boikot Setelah Dikritik Direktur Turnamen

Basuki Eka Purnama
20/3/2026 04:56
Konflik Panas di Dubai: Aryna Sabalenka Pertimbangkan Boikot Setelah Dikritik Direktur Turnamen
Petenis Belarus Aryna Sabalenka(AFP/Rich Storry / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

HUBUNGAN antara petenis tunggal putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dengan pihak penyelenggara Dubai Tennis Championships memanas. 

Sabalenka secara terbuka menyatakan kemungkinan tidak akan kembali berlaga di turnamen level WTA 1000 tersebut menyusul komentar pedas dari sang direktur turnamen, Salah Tahlak.

Ketegangan ini bermula saat Sabalenka dan rival utamanya, Iga Swiatek, memutuskan mundur dari turnamen yang digelar pada Februari 2026 tersebut. 

Menanggapi absennya dua bintang besar itu, Salah Tahlak melontarkan kritik tajam yang dinilai Sabalenka melampaui batas profesionalisme.

Kritik Keras Salah Tahlak

Tahlak secara terang-terangan mempertanyakan alasan pengunduran diri kedua petenis tersebut dan menyarankan adanya sanksi yang lebih berat daripada sekadar denda finansial.

“Ini cukup mengejutkan saat kami mendapat kabar mundurnya Aryna dan Iga. Alasannya agak aneh. Iga mengatakan belum siap secara mental, sementara Sabalenka menyebut ada cedera ringan. Menurut saya, harus ada hukuman lebih tegas, bukan hanya denda, mereka juga harus kehilangan poin peringkat,” kata Tahlak saat itu.

Respon Menohok Aryna Sabalenka

Bagi Sabalenka, pernyataan tersebut merupakan bentuk ketidakhormatan terhadap kondisi fisik dan mental atlet. Ia merasa pihak penyelenggara hanya mementingkan aspek bisnis tanpa mempedulikan kesejahteraan pemain.

“Saya tidak yakin ingin kembali ke sana setelah komentarnya. Bagi saya itu sudah keterlaluan,” ujar Sabalenka sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Petenis asal Belarus itu menilai pandangan Tahlak sangat konyol. Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur murni didasari oleh jadwal kompetisi yang sangat padat dan risiko cedera, sebuah keputusan yang sebenarnya berat untuk diambil karena ia sadar akan mengecewakan penggemar.

“Bagi saya ini sangat aneh, bahkan menyedihkan, melihat bahwa pihak turnamen tidak melindungi kami sebagai pemain. Mereka hanya peduli pada penjualan dan turnamennya saja,” tambahnya.

Isu Kelelahan Atlet dan Langkah WTA

Konflik ini mempertegas keresahan para pemain top dunia mengenai kalender tenis yang dianggap tidak manusiawi. Merespons situasi ini, WTA menegaskan bahwa kesejahteraan atlet tetap menjadi prioritas utama. 

WTA melaporkan telah membentuk Tour Architecture Council untuk meninjau ulang struktur tur secara menyeluruh. 

Rekomendasi dari dewan ini ditargetkan mulai diterapkan pada musim 2027 guna menciptakan jadwal yang lebih berkelanjutan bagi para atlet. 

Hingga saat ini, pihak Dubai Tennis Championships sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan terbaru dari Sabalenka. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik