Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan tiket semifinal Indian Wells.
Sabalenka menghentikan langkah petenis muda Kanada, Victoria Mboko, lewat kemenangan dua set langsung 7-6 (7-0) dan 6-4 pada Kamis (12/3) waktu setempat.
Pertandingan yang berlangsung selama satu jam 51 menit ini memperlihatkan dominasi sekaligus ketangguhan mental Sabalenka.
Meski menang straight set, petenis asal Belarusia tersebut dipaksa meladeni permainan agresif Mboko yang baru berusia 19 tahun.
Sejak awal laga, Mboko tampil berani dengan memberikan tekanan melalui pukulan-pukulan keras yang merepotkan pertahanan Sabalenka.
Pada set pembuka, situasi sempat kritis bagi Sabalenka saat ia harus menghadapi tiga break point.
Sebaliknya, ia juga gagal memaksimalkan empat peluang untuk mematahkan servis Mboko, sehingga set pertama harus ditentukan melalui fase tie-break.
Pada momen krusial tersebut, pengalaman berbicara. Sabalenka tampil sangat dominan dan menutup sesi tie-break tanpa kehilangan satu poin pun (7-0).
Memasuki set kedua, momentum mulai berpihak pada Sabalenka. Ia berhasil mematahkan servis Mboko pada gim kelima untuk memimpin perolehan angka. Mboko sempat menebar ancaman terakhir dengan menciptakan dua break point saat kedudukan 5-3, namun Sabalenka tetap tenang menjaga servisnya. Kemenangan akhirnya terkunci setelah pukulan backhand Mboko melebar keluar lapangan.
Kekalahan ini memutus ambisi Mboko untuk mencatat kemenangan kelima atas petenis peringkat 10 besar dunia tahun ini. Ia juga harus menunda mimpinya menjadi petenis putri Kanada pertama yang mampu menumbangkan petenis nomor satu dunia.
Meski menang, Sabalenka tak segan melontarkan pujian setinggi langit bagi sang lawan. Ia memprediksi Mboko akan menjadi ancaman besar di turnamen mayor.
"Dia jelas calon juara Grand Slam di masa depan," ujar Sabalenka sebagaimana dikutip dari Sky Sports, Jumat (13/3).
"Sungguh luar biasa melihat betapa beraninya para pemain muda saat ini. Mereka masuk ke lapangan dan langsung mengejar pukulan mereka. Mereka agresif dan terus bertarung. Sangat luar biasa melihatnya," pungkasnya. (Z-1)
Jannik Sinner berpotensi menjadi petenis putra pertama yang memenangkan Sunshine Double sejak Roger Federer pada 2017.
Aryna Sabalenka, sukses mempertahankan gelarnya di turnamen WTA 1000 Miami Terbuka setelah menumbangkan unggulan keempat, Coco Gauff, lewat drama tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Jannik Sinner berpotensi menjadi petenis putra pertama yang memenangkan Sunshine Double sejak Roger Federer pada 2017.
Aryna Sabalenka, sukses mempertahankan gelarnya di turnamen WTA 1000 Miami Terbuka setelah menumbangkan unggulan keempat, Coco Gauff, lewat drama tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved