Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MAX Verstappen masih menjadi favorit untuk menjadi yang tercepat dalam putaran lanjutan Formula 1 GP Australia akhir pekan nanti.
Juara dunia tiga kali asal Belanda ini memimpin rekan setimnya, Sergio Perez, di Bahrain dan Arab Saudi. Namun perayaan tersebut dibayangi oleh perpecahan tim dan tuduhan terhadap Christian Horner.
Bos Red Bull yang telah lama menjabat ini dibebaskan dari tindakan tidak pantas yang melibatkan seorang rekan wanita.
Baca juga : Formula 1 Perpanjang Kontrak GP Jepang Hingga 2029
Namun wanita yang tidak disebutkan namanya itu telah mengajukan banding ke perusahaan induk Red Bull. Ia juga disebut telah mengajukan ke FIA terkait masalah tersebut.
Horner telah memandu Red Bull meraih enam gelar juara dunia konstruktor dan tujuh gelar juara dunia pembalap sejak tahun 2005, termasuk tiga gelar terakhir yang diraih Verstappen.
Terlepas dari intrik masalah pada tim, kemenangan di Arab Saudi adalah kemenangan kesembilan Verstappen secara beruntun. Sehingga, ia masih dijagokan kembali menjadi juara di Australia nanti.
Baca juga : Verstappen Tuding Hamilton tidak Patuhi Aturan di GP Australia
"Ini merupakan awal yang baik untuk tahun ini dan kami belum mengetahui potensi penuh dari mobil ini, jadi sekarang kami ingin menjaga momentum ini," kata Verstappen.
Sementara itu, pembalap Red Bull lainya, Sergio Perez, menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil membuntuti Verstappen tahun ini.
Pembalap asal Meksiko ini bertekad untuk terus menekan saat Charles Leclerc dari Ferrari terus mengejarnya.
"Max membalap di level yang sangat tinggi dan saya pikir dia adalah satu-satunya pembalap yang telah memaksimalkan kualifikasi dan balapan sejauh musim ini," kata Perez.
"Sangat menyenangkan karena saya mendapatkan tantangan terbaik darinya. Saya harus terus berkembang dari akhir pekan ke akhir pekan," imbuhnya. (AFP/Ndf)
Pembalap muda Mercedes Kimi Antonelli memenangi F1 GP Tiongkok 2026. Dominasi Mercedes dipertegas George Russell di posisi kedua, sementara Lewis Hamilton podium.
Formula 1 resmi membatalkan balapan di Bahrain dan Arab Saudi yang dijadwalkan April 2026. Keamanan menjadi prioritas utama di tengah situasi Timur Tengah yang memanas.
Dua pembalap Ferrari, yakni Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, akan memulai balapan dari baris kedua setelah menempati posisi ketiga dan keempat.
George Russell mengamankan pole position untuk Sprint Race Formula 1 Chinese Grand Prix setelah tampil dominan dalam sesi kualifikasi di Shanghai.
KONFLIK di Timur tengah mengancam agenda Formula 1 dan Grand Prix atau GP Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang sebelumnya akan diumumkan pada akhir pekan ini.
Pria asal Monako itu mengingat kembali insiden pada GP Tiongkok 2025 ketika kedua mobil Ferrari didiskualifikasi setelah balapan.
Di GP Australia, Minggu (8/3), duo pebalap Mercedes tampil tanpa cela. George Russell dan Kimi Antonelli finis satu-dua.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
Menurut George Russell, perdebatan mengenai kenyamanan mobil merupakan pola lama yang selalu berulang setiap kali ada transisi regulasi.
Tim Mercedes memulai musim balap Formula 1 dengan catatan impresif setelah mengamankan posisi podium satu-dua pada balapan utama GP Australia, Minggu (8/3).
Lando Norris menambahkan bahwa evaluasi mendalam akan difokuskan pada pengembangan sasis dan aerodinamika mobil secara keseluruhan.
George Russell sukses meraih pole position di F1 GP Australia 2026. Simak drama kecelakaan Max Verstappen dan kejutan Kimi Antonelli dalam kualifikasi Melbourne di sini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved