Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Turunkan Angka Stunting di Garut, SPPG Sindanggalih Karangpawitan Resmi Beroperasi

Kristiadi
21/2/2026 09:23
Turunkan Angka Stunting di Garut, SPPG Sindanggalih Karangpawitan Resmi Beroperasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Nagrog, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat akan segera beroperasi melayani ribuan pelajar pemerima manfaat termasuk ibu hamil dan balita. Kehadiran SPPG Sindanggalih, dapat menjadi penggerak menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia emas 2045.

Kepala Bidang Konsumsi dan Pengembangan SDM Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Adji Sumarwan mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif sektor swasta dalam mendukung program pemerintah hingga terealisasinya pembangunan SPPG di Kabupaten Garut melampaui target. Beroperasinya SPPG memberikan catatan penting terkait operasional yakni, mengenai aspek higienitas dan keamanan pangan.

"Target pembangunan dapur SPPG di Jawa Barat 4.600 dan sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700, tapi di Kabupaten Garut targetnya 396 dan untuk sekarang sudah mencapai ke 411, sudah realisasinya hampir 111 persen. Keberadaan SPPG, karena masih banyak anak-anak didik kita mulai tingkat SD, SMP, SMA, madrasah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, belum terlayani semua," katanya, Jumat (20/2/2026).

Adji mengatakan, keberadaan dapur SPPG di Garut menjadi catatan penting terutama berkaitan dengan operasional dalam aspek higienitas termasuknya keamanan pangan dan menekankan kualitas makanan harus dijaga ketat. Namun, aturan waktu terkait konsumsi makanan tidak boleh lebih dari 4 jam setelah matang supaya menghindari kontaminasi mikroorganisme.

"Kami meminta agar dapur SPPG nantinya setelah beroperasi yang perlu diperhatikan harus menjaga kontinuitas, tidak menurun baik mutu dan jumlahnya serta semua harus berimbang sesuai pemberian gizi. Akan tetapi, tambahan gizi agar anak lebih semangat belajar dan menurunkan angka stunting," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rafifa Putra Gunawan, Ega Gunawan mengatakan, dapur SPPG yang didirikan selama ini melalui proses verifikasi ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN) hingga dapur sudah memiliki ID resmi dan siap beroperasi penuh dalam waktu dekat yaitu bulan Ramadan dengan bentuk makanan kering sesuai arahan dari BGN.

"Kita akan mengakomodir untuk penerima manfaat tercarat 2.750 dan selain fokus di gizi, dapur SPPG akan berdampak kepada pemberdayaan ekonomi lokal menyerap 47 tenaga kerja di antaranya 15 orang warga Kampung Nagrog. Kami berharap, program yang dilakukannya ini mendukung karena untuk masa depan anak dan menurunkan angka stunting," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya