Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

MBG Kabupaten Tegal Capai 70 Persen, Satgas Siap Perkuat Pengawasan

Supardji Rasban
07/3/2026 22:29
MBG Kabupaten Tegal Capai 70 Persen, Satgas Siap Perkuat Pengawasan
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal sekaligus Ketua Satgas MBG, Amir Makhmud (depan bati motif merah) sedang memimpin rapat membahas MBG.(Dok Humas Pemkab Tegal)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, telah mencapai lebih dari 70 persen dari total target penerima manfaat. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal dan tepat sasaran, Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG Kabupaten Tegal mulai memperkuat pengawasan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal sekaligus Ketua Satgas MBG Amir Makhmud mengakui kinerja tim sebelumnya belum berjalan optimal. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum seragamnya arahan dalam pelaksanaan program. Meski demikian, pelaksanaan MBG di Kabupaten Tegal tetap berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.

“Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 309.912 penerima manfaat dari target 482.365 orang. Dari total rencana 252 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 109 dapur telah beroperasi,” ujar Amir, melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Amir menegaskan pentingnya memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kelayakan bangunan, sarana pendukung, maupun kelengkapan izin operasional.

“Kami harus memastikan seluruh SPPG benar-benar telah memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi fisik bangunan maupun aspek operasionalnya,” tegas Amir.

Amis juga mendorong agar bahan baku yang digunakan oleh SPPG dapat bersumber dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Tegal. Mengingat besarnya anggaran yang beredar melalui program MBG, diharapkan perputaran ekonomi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan dan akuntabel, Satgas MBG juga berencana membentuk portal pengaduan khusus sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun masukan terkait pelaksanaan program MBG,” jelas Amir.

Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Tegal, Risma, menyampaikan bahwa jumlah titik SPPG di Kabupaten Tegal terus mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, jumlah rencana titik SPPG bertambah dari 252 menjadi 262 titik.

“Perkembangan pelaksanaan MBG di Kabupaten Tegal tergolong cukup cepat, dengan lebih dari 10 titik SPPG yang berhasil disurvei setiap minggunya,” Risma.

Meski demikian, kata Risma, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian, terutama terkait ketersediaan bahan baku. Ada beberapa penyedia bahan pangan yang menetapkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga menyulitkan pengelola SPPG dalam menyusun menu bergizi sesuai pagu anggaran sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

“Ketika harga bahan baku melebihi HET, pengelola SPPG tentu akan kesulitan menyajikan menu yang sesuai dengan standar gizi dan pagu anggaran yang telah ditetapkan,” terang Risma

Menurut Risma selama bulan Ramadan, tantangan pelaksanaan program juga bertambah. Sejumlah sekolah mengusulkan agar distribusi MBG tidak dilakukan setiap hari, sementara surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengatur bahwa distribusi tetap harus berjalan secara harian.

“Untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga di tengah berbagai tantangan tersebut, kami telah melakukan koordinasi rutin dengan tim gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal,” papar Risma. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya