Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi. Peringatan ini berlaku khususnya untuk wilayah perairan Banyuasin dan sekitarnya dalam periode 18 hingga 21 Februari 2026.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengungkapkan bahwa ketinggian gelombang diperkirakan akan berada pada rentang 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dipicu oleh pola cuaca sinoptik yang signifikan di wilayah tersebut.
Menurut pantauan BMKG, pola angin di wilayah Sumatra Selatan secara umum bertiup dari arah barat laut hingga utara. Kecepatan angin diprediksi mencapai 6 hingga 25 knot, yang secara teknis memicu peningkatan tinggi gelombang di permukaan laut.
Kondisi cuaca ini sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran. Berikut adalah parameter keselamatan yang harus diperhatikan:
| Jenis Kapal | Batas Kecepatan Angin | Batas Tinggi Gelombang |
|---|---|---|
| Perahu Nelayan | 15 Knot | 1,25 Meter |
| Kapal Tongkang | 16 Knot | 1,50 Meter |
Menyikapi informasi dari BMKG, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Palembang bersiap mengeluarkan Notice to Mariners (NtM). Dokumen ini berfungsi sebagai pemberitahuan resmi bagi para pelaut agar menunda atau meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
"Keselamatan perairan Sungai Musi beberapa hari ke depan sangat bergantung pada informasi cuaca dari pihak BMKG," ujar Kepala KSOP Kelas 1 Palembang, Laksamana Pertama TNI Idham Faca.
Ia menegaskan bahwa kapal yang melintas dapat diperingati atau bahkan disetop operasionalnya jika ditemukan tiga faktor utama: persoalan hukum, faktor cuaca yang tidak bersahabat, serta ketidaksesuaian spesifikasi kapal terkait izin maupun legalitas.
Fokus utama kewaspadaan berada di perairan Banyuasin, namun dampak rambatan gelombang juga dapat dirasakan di wilayah pesisir timur Sumatera Selatan lainnya.
Pada periode ini, pola angin barat laut seringkali membawa massa udara yang kuat, yang jika bertemu dengan kondisi topografi perairan tertentu akan memicu peningkatan tinggi gelombang secara signifikan.
Meskipun Sungai Musi relatif lebih tenang dibandingkan laut lepas, arus dan tinggi muka air dapat terpengaruh oleh pasang surut laut yang ekstrem akibat gelombang tinggi di muara. (Ant/Z-10)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
Pada pagi cuaca berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah secara merata.
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Wilayah Batam yang merupakan daerah kepulauan dengan mobilitas laut yang tinggi membuat kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
BMKG memprakirakan hujan petir melanda Jakarta Timur dan Utara pada Sabtu pagi (7/3/2026). Waspadai potensi angin kencang dan suhu udara 23-26 derajat.
BMKG menetapkan status zona merah untuk sejumlah wilayah perairan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (5/3).
BBMKG Denpasar rilis peringatan dini gelombang 5 meter dan angin kencang 40 knot di Bali akibat bibit siklon 90S. Cek wilayah terdampak di sini.
BMKG pantau 3 bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang picu cuaca ekstrem di Indonesia. Waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang hingga 4 meter.
BALAI Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III mengeluarkan peringatan dini potensi peningkatan air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Bali.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 1 Maret 2026 menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved