Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

KPK Bergerak Cepat Usai OTT, Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati Digeledah

Akhmad Safuan
22/1/2026 16:50
KPK Bergerak Cepat Usai OTT, Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati Digeledah
KPK menindaklanjuti operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati dengan menggeledah kantor dan rumah dinas Bupati Pati,(MI/Akhmad Safuan)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati dengan menggeledah kantor dan rumah dinas Bupati Pati, Kamis (22/1) siang. Dalam OTT tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka, termasuk Bupati Pati Sudewo.

Pantauan Media Indonesia di lokasi, sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap tampak berjaga di kompleks Pendopo Kabupaten Pati. Beberapa kendaraan polisi terparkir di area sayap barat pendopo. Selain itu, terlihat empat unit mobil minibus, terdiri atas tiga kendaraan berpelat nomor H (Semarang) dan satu kendaraan berpelat AB (Yogyakarta).

Hingga Kamis siang, sejumlah petugas yang diduga penyidik KPK terlihat memasuki kompleks pendopo untuk melakukan penggeledahan di kantor dan rumah dinas Bupati Pati. Proses penggeledahan masih berlangsung hingga sore hari dan belum terlihat petugas keluar dari lokasi.

“Benar, ada penggeledahan oleh petugas KPK di dalam,” ujar seorang aparatur sipil negara (ASN) yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sumber tersebut, sasaran penggeledahan berada di kantor dan rumah dinas bupati yang berada dalam satu kompleks Pendopo Kabupaten Pati. Kedua lokasi tampak tertutup rapat dan dijaga ketat aparat kepolisian berseragam dan bersenjata lengkap.

Aparat kepolisian terlihat berjaga di area luar gedung untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif. Sejumlah penyidik KPK tampak mengenakan rompi bertuliskan KPK, sementara lainnya mengenakan masker tanpa rompi dan terlihat membawa perlengkapan dokumentasi berupa kamera video dan tripod.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Teguh Widiatmoko, mengaku tidak mengetahui adanya penggeledahan tersebut.
“Saya kurang tahu, karena masih mengikuti rapat bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan dirinya tidak mengetahui adanya dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa (caperdes) maupun OTT yang menjerat Bupati Pati Sudewo dan sejumlah kepala desa.

Ia mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah masuk kantor pada Senin (19/1) sekitar pukul 07.45 WIB.
“Saya tahu setelah melihat pemberitaan di media sosial. Sebelumnya, hingga Minggu (18/1) sore, saya masih bersama bupati meninjau korban banjir,” katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya