Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kabupaten Pati, sejak Sabtu (24/1) petang. Penyidik lembaga antirasuah melakuhan penggeledahan dan mengangkut 7 koper dari sebuah koperasi yang diduga terkait perkara Bupati Pati Sudewo (nonaktif).
Pemantauan Media Indonesia hingga Minggu (25/1) dini hari, warga masih berkerumun di sekitar lokasi penggeledahan. Padahal KPK sudah meninggalkan koperasi berlokasi di Desa Semampir, Kecamatan Pat Kota, Kabupaten Pati sejak pukul 20.15.
Ratusan warga masih penasaran dengan penggeledahan lembaga antirasuah terhadap koperasi Artha Bahana Syariah yang disebut-sebut milik Subur. Subur ialah salah satu pendukung Sudewo tersebut diduga terkait perkara Bupati Pati Sudewo (nonaktif) yang kini ditahan di Rutan Gedung Merah Putih Jakarta.
"Kami hanya membantu pengamanan dalam penggeledahan dilakukan oleh KPK, sehingga tidak mengetahui kondisi di dalam," kata seorang petugas dari kepolisian.
Sebelumnya, KPK juga menggeledah kantor dan rumah dinas Bupati Pati nonaktif, Sudewo, guna mengamankan barang bukti tambahan dalam kasus dugaan pemerasan serta jual beli jabatan perangkat desa. Langkah tersebut dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang berujung pada penetapan Sudewo dan tiga kepala desa sebagai tersangka.
Pada paparannya KPK menyebutkan dalam operasi pemerasan dan jual beli jabatan perangkat desa di Pati, Bupati Pati Nonaktif Sudewo membentuk tim 8. Tim itu beranggotakan para kepala desa juga pendukung serta tim sukses pada saat pencalonan kepala daerah pada tahun 2025 lalu.
Anggota tim 8 bentukan Bupati Pati (nonaktif) Sudewo, yakni Sisman, Kepala Desa Karangrowo, Sudiyono, Kepala Desa Angkatan Lor, Abdul Suyono, Kepala Desa Karangrowo; Imam, Kepala Desa Gadu; Yoyon, Kepala Desa Tambaksari; Pramono, Kepala Desa Sumampir; Agus, Kepala Desa Slungkep dan Sumarjiono, Kepala Desa Arumanis.
Selain menetapkan tersangka terhadap Sudewo dengan barang bukti berupa abg Ro2,6 milyar, KPK juga menetapkan tersangka terhadap 3 kepala desa merupakan bagian dari tim 8 yakni Abdul Suyono, Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Sumarjiono, Kades Arumanis, Kecamatan Jaken dan Karjan selaku Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken. (Z-2)
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
KPK menggeledah kantor serta rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok terkait kasus suap sengketa lahan. Penyidik menyita dokumen dan uang USD50 ribu.
Menurut Budi, penggeledahan juga terjadi di Kantor Pusat Bea dan Cukai. Total uang yang diambil penyidik masih dihitung.
Kendaraan dinas yang diperiksa, di antaranya mobil dinas Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Hardianto dan mobil dinas Kepala Bagian Umum Kota Madiun.
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan intensif di Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (22/1).
KPK mengungkapkan, dugaan pemerasan ini berkaitan dengan rencana pengisian 600 lebih formasi perangkat desa yang tersebar di 21 kecamatan.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan belasan saksi, terkait kasus pemerasan dalam pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati Sudewo.
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan intensif di Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (22/1).
Bupati Sudewo menjadi salah satu tersangka bersama tiga orang lainnya dalam kasus dugaan pemerasan untuk pengisian jabatan perangkat desa di Pati, Selasa (20/1).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati dengan menggeledah kantor dan rumah dinas Bupati Pati, Kamis (22/1) siang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved