Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU dugaan jual beli jabatan perangkat desa kembali mengguncang Kabupaten Pati. Nama Bupati Pati Sudewo ikut terseret dalam kabar yang beredar luas di tengah masyarakat setelah muncul rumor adanya pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat daerah.
Informasi yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp menyebutkan bahwa Bupati Pati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Tri Hariyama, Camat Jaken Tri Agung Setiawan, serta beberapa kepala desa diduga menjalani pemeriksaan terkait proses pengisian perangkat desa (perades) tahun 2024.
Pantauan di Kabupaten Pati hingga Senin (19/1) sore menunjukkan situasi yang tidak biasa. Pendopo Bupati Pati tampak lebih lengang dibanding hari-hari sebelumnya, dengan hanya satu unit mobil dinas berwarna putih terparkir di halaman sejak pagi hari.
Ajudan Bupati Pati, Raihan, membenarkan bahwa Bupati Pati tidak berada di pendopo, namun menegaskan bahwa ketidakhadiran tersebut bukan karena pemeriksaan KPK.
“Bupati sedang berada di luar kota menggunakan kendaraan lain,” ujarnya singkat tanpa merinci tujuan perjalanan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Penjabat Sekda Pati Teguh Widiatmoko belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi dari wartawan belum membuahkan hasil meski pesan WhatsApp yang dikirimkan terpantau telah dibaca.
Berdasarkan informasi yang beredar, pemeriksaan terhadap para pejabat tersebut disebut berlangsung di lokasi berbeda. Bupati Pati Sudewo dan Kepala Dispermades Tri Hariyama dikabarkan berada di wilayah Kudus, sementara Camat Jaken Tri Agung Setiawan dan sejumlah kepala desa disebut menjalani pemeriksaan di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang.
Situasi di Polsek Sumber juga memunculkan tanda tanya. Sejumlah warga mengaku melihat aktivitas yang tidak biasa sejak malam sebelumnya.
“Sejak semalam ramai mobil keluar masuk, pagi ini pintu gerbang ditutup rapat dan penjagaan diperketat,” ujar seorang warga sekitar.
Kapolsek Sumber AKP Pujiono belum memberikan keterangan resmi terkait situasi tersebut. Hal serupa disampaikan Sekretaris Kecamatan Jaken, Agus Karyadi, yang mengaku belum memperoleh informasi valid.
“Masih simpang siur. Saya khawatir keliru kalau berkomentar,” katanya.
Kabar yang beredar menyebutkan, dugaan kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Camat Jaken yang disebut membawa koper berisi uang miliaran rupiah untuk pengondisian pengisian perangkat desa. Nilai uang yang beredar disebut bisa mencapai ratusan miliar rupiah jika keseluruhan proses berjalan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPK yang membenarkan adanya OTT maupun pemeriksaan terhadap Bupati Pati dan pejabat lainnya. Publik kini menanti klarifikasi resmi untuk memastikan kebenaran kabar yang telah telanjur menghebohkan Kabupaten Pati tersebut. (Z-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) tengah menelusuri latar belakang kosongnya 601 jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
KPK menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada 3 Februari 2026 difokuskan pada perencanaan anggaran dana desa.
Penggeledahan terkait kasus Sudewo ini dilakukan dalam waktu sepekan. KPK juga menemukan uang yang diduga disimpan untuk Bupati nonaktif Pati itu.
SEJUMLAH pejabat, camat, kepala desa hingga pihak swasta diperiksa penyidik KPK di Kantor Polresta Pati, Rabu (28/1) terkait kasus korupsi Bupati Pati Sudewo
KPK telah menyediakan berbagai saluran bagi masyarakat untuk menyerahkan bukti tambahan, termasuk melalui platform daring (online)
Penyidik KPK mensinyalir nominal uang hasil pemerasan jauh lebih besar dari temuan saat ini.
Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) tengah menelusuri latar belakang kosongnya 601 jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
KPK menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada 3 Februari 2026 difokuskan pada perencanaan anggaran dana desa.
Adapun tiga saksi yang diperiksa hari ini berasal dari berbagai jenjang pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan.
Penggeledahan terkait kasus Sudewo ini dilakukan dalam waktu sepekan. KPK juga menemukan uang yang diduga disimpan untuk Bupati nonaktif Pati itu.
SEJUMLAH pejabat, camat, kepala desa hingga pihak swasta diperiksa penyidik KPK di Kantor Polresta Pati, Rabu (28/1) terkait kasus korupsi Bupati Pati Sudewo
KPK telah menyediakan berbagai saluran bagi masyarakat untuk menyerahkan bukti tambahan, termasuk melalui platform daring (online)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved