Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

KPK Dalami Keterlibatan Sejumlah Dinas dalam Kasus Pengadaan Bupati Pekalongan

Rahmatul Fajri
03/3/2026 13:31
KPK Dalami Keterlibatan Sejumlah Dinas dalam Kasus Pengadaan Bupati Pekalongan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (kanan) .(Antara-HO/Pemkab Pekalongan)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar kepala daerah. Kali ini, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring dalam operasi senyap yang dilakukan di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3) dini hari.

Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.

Amankan Tiga Orang
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa dalam operasi tersebut tim penyidik mengamankan total tiga orang. Selain sang Bupati, lembaga antirasuah juga menciduk dua orang yang merupakan lingkaran dalam kepala daerah tersebut.

"Benar, tim mengamankan tiga orang di wilayah Semarang dini hari tadi. Salah satunya adalah Bupati Pekalongan, serta dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan ajudan Bupati," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/3).

Setelah diamankan di Semarang, ketiga pihak tersebut langsung diboyong ke Jakarta pada Selasa pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif di markas KPK.

Pendalaman Proyek Pengadaan
Sejauh ini, KPK masih memetakan titik-titik dinas yang menjadi sumber terjadinya dugaan korupsi tersebut. Budi menjelaskan bahwa penyelidikan masih bergerak dinamis.

"Terkait dengan pengadaannya ini juga masih akan terus didalami karena ini sedang berlangsung juga permintaan keterangan kepada sejumlah pihak di Pekalongan yaitu kepada pihak-pihak di dinas-dinas di Kabupaten Pekalongan ya, sehingga nanti kami akan sampaikan secara lengkapnya ini terkait dengan pengadaan di dinas mana saja," kata Budi.

Secara paralel, tim KPK lainnya saat ini dilaporkan tengah berada di Pekalongan untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi. Langkah ini diambil guna mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk unsur swasta.

"Tim saat ini juga berada di Pekalongan untuk meminta keterangan sejumlah pihak. Kami juga mengimbau agar pihak-pihak terkait lainnya kooperatif agar proses penyelidikan berjalan efektif," tegas Budi.

Barang Bukti Masih Dihitung
Mengenai detail barang bukti, baik berupa uang tunai maupun dokumen proyek, KPK belum bersedia memberikan rincian lengkap karena tim di lapangan masih bekerja mengumpulkan bukti materiil.

"Termasuk barang bukti, nanti kami akan sampaikan secara lengkap. Tim saat ini masih di lapangan melakukan pemeriksaan kepada beberapa pihak di lingkungan Pemkab Pekalongan dan pihak swasta lainnya," tambahnya. (Faj/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya