Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRESTABES Makassar, Sulawesi Selatan, sudah menerapkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) nasional yang baru pada kasus yang sedang diproses. Kasus tersebut antara lain dua kasus kekerasan yakni seorang adik menikam kakak kandung dan penganiayaan majikan terhadap karyawannya.
Polrestabes Makassar memastikan kedua kasus yang terjadi setelah 2 Januari 2026 ini langsung dijerat dengan pasal-pasal dari kodifikasi hukum pidana yang disebut buatan anak bangsa, dengan ancaman maksimal pidana seumur hidup untuk si adik penikam.
Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Arya Perdana, menegaskan transisi hukum telah dimulai. "Sudah berlaku sekarang. Untuk kejadian setelah 2 Januari, kami menggunakan KUHP dan KUHAP yang baru," ujarnya.
Kebaruan ini langsung diuji. Kasus adik menikam kakak hingga korban meninggal dunia, yang terjadi awal Januari, kini sedang dibangun dengan kerangka hukum nasional yang baru. Perbedaan mendasar dengan KUHP lama pun mulai terlihat, termasuk dalam penentuan ancaman hukumannya.
Namun, transisi ini berjalan secara proporsional. Arya mencontohkan kasus pengeroyokan fatal di Jalan Kerung-kerung pada malam tahun baru (31 Desember 2025).
Untuk substansi tindak pidana, masih digunakan KUHP lama karena kejadiannya sebelum tanggal berlaku. Namun, proses penyidikan dan acara peradilannya sudah mengikuti tata cara KUHAP baru.
"Ini menunjukkan penerapan bertahap dan tepat waktu," jelas Arya.
Ia mengaku kesiapan jajarannya sudah dibangun jauh-jauh hari. Sosialisasi intensif telah digelar sejak 2023, mulai dari tingkat Bareskrim, Polda, hingga turun ke polsek. "Kasatreskrim kami sendiri marathon tiga bulan terakhir menyosialisasikan KUHP, dan langsung berlanjut ke KUHAP setelah disahkan," paparnya.
Latar belakang perubahan ini monumental. Setelah puluhan tahun menggantungkan diri pada Wetboek van Strafrecht (WvS) atau KUHP warisan kolonial Belanda, Indonesia akhirnya memberlakukan hukum pidananya sendiri per 2 Januari 2026.
Pembaruan ini bukan sekadar ganti aturan, tetapi sebuah penegasan bahwa sistem hukum pidana Indonesia kini berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan realitas sosio-kultural bangsa. (LN/E-4)
Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tendra menilai penghentian penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana merupakan cerminan keberhasilan penerapan KUHP dan KUHAP yang baru
SP3 dalam perkara Eggi Sudjana harus dibaca dalam kerangka perubahan paradigma penegakan hukum pidana yang kini lebih menekankan penyelesaian perkara secara proporsional.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai penerapan KUHP dan KUHAP nasional mulai berdampak positif, dengan pendekatan keadilan restoratif
Fickar menambahkan bahwa tindakan oknum aparat yang sewenang-wenang dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menegaskan kritik terhadap KUHP dan KUHAP baru adalah bagian demokrasi. DPR membuka ruang koreksi melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mempersilakan kelompok masyarakat maupun organisasi untuk menggugat KUHAP dan KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK)
Rano optimistis pengembalian hak korban secara signifikan dapat dilakukan, berkaca pada keberhasilan penanganan kasus investasi serupa di masa lalu.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai penerapan KUHP dan KUHAP nasional mulai berdampak positif, dengan pendekatan keadilan restoratif
“LAKI-LAKI semakin kaya semakin nakal. Perempuan semakin nakal semakin kaya.”
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Salah satu poin yang diatur dalam KUHP baru adalah mengatur masa kedaluwarsa sebuah kasus yang dilaporkan ke aparat penegak hukum.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mempersilakan kelompok masyarakat maupun organisasi untuk menggugat KUHAP dan KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved