Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cabai di Bengkulu, Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Marliansyah
02/12/2025 18:27
Cabai di Bengkulu, Tembus Rp100 Ribu per Kilogram
Ilustrasi(MI/Marliansyah)

HARGA komoditas cabai merah keriting  di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, tembus Rp100 ribu per kilogram sejak dua hari terakhir .

Harga komoditas cabai merah keriting  di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, tembus Rp100 ribu per kilogram sejak dua hari terakhir  di sejumlah pasar tradisional.

Upik, 49, pedagang cabai di pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengatakan, harga cabai mengalami lonjakan drastis akibat minimnya pasokan.

"Stok cabai sejak dua hari terakhir memang berkurang.sejingga harga tembus Rp100 ribu per kilogram," katanya 

Stok cabai, lanjut dia, berkurang karena kondisi cuaca yang tidak menentu. 

Selain itu, harga ayam potong dan telur ayam di sejumlah pasar di Kota Bengkulu, naik menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru)  2026.

Harga ayam dan telur mengalami peningkatan yang naik cukup signifikan menjelang Nataru.

Joni, 51, pedagang ayam potong di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, di Bengkulu, mengatakan, harga Ayam terus mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp40 ribu selama sepekan terakhir.

"Jika harga ayam naik, maka daya beli berkurang sehingga pedagang mengalami kerugian akibat sepi pembeli," imbuhnya.

Kenaikan harga, lanjut dia, akibat pasokan ayam yang berkurang dan adanya program makan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu, harga  telur ayam juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari sebelumnya Rp50 ribu per karpet yang berisi 30 butir mencapai Rp65 ribu.

Tono, 42,  pedagang telur di Pasar Minggu, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, mengatakan, kenaikan harga ini disebabkan menurunnya pasokan dari peternak.

"Kenaikan akibat pasokan yang berkurang juga permintaan telur meningkat karena adanya program MBG yang membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar," imbuhnya.

Sebagian pembeli, kata dia, mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut namun tetap membeli tapi dalam jumlah sedikit karena kebutuhan. Pedagang maupun pembeli berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar pasokan normal kembali dan harga bisa stabil. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya