Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang melonjak drastis hingga menyentuh Rp200 ribu per kilogram pada Jumat (28/11). Lonjakan ini terjadi setelah rangkaian bencana banjir dan banjir bandang melanda berbagai daerah sentra produksi di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga yang mencolok ini dirasakan langsung para pedagang. Robi, salah satu pedagang cabai di Pasar Raya Padang, mengaku stok yang masuk ke lapaknya kini sangat terbatas.
''Tadi pagi cuma dapat 10 kilogram, langsung ludes dalam hitungan jam. Sekarang mau cari lagi pun sudah susah sekali,” ujar Robi ketika ditemui di kiosnya.
Menurutnya, pasokan cabai dari daerah-daerah penghasil seperti Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman terhambat akibat akses jalan yang rusak dan terputus oleh bencana. Banyak petani juga dilaporkan gagal panen karena kebun mereka tersapu banjir maupun tertimbun material banjir bandang.
“Biasanya setiap pagi ada beberapa pemasok yang datang. Sekarang satu pun tidak pasti. Mereka bilang jalan banyak putus dan barangnya juga sedikit,” tambah Robi.
Sejumlah pembeli terpaksa mengurangi pembelian atau mencari alternatif lain. Di beberapa lapak, pedagang bahkan menjual cabai dalam kemasan kecil seharga Rp10 ribu untuk setakar genggam, menyesuaikan dengan kondisi pasokan yang kian menipis.
Bahkan salah seorang pengusaha rumah makan Ampera Padang, Emi, mengaku sulit untuk buka rumah makan besok. Sebab selama ini dia menjual nasi Padang dengan harga Rp.12 ribu. "Nah, kalau harga cabai segitu, bagaiman mungkin menjual nasi dengan harga 12 ribu," tukasnya.
Dinas terkait di Pemerintah Kota Padang menyatakan sedang melakukan pemantauan harga dan distribusi, serta berkoordinasi dengan daerah lain untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Lonjakan harga cabai ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga alur distribusi pulih dan pasokan dari daerah terdampak bencana kembali stabil. (H-1)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian Kabupaten Toba untuk Kabupaten Humbang Hasundutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved