Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Solidaritas Tanpa Batas: Kolaborasi Lembaga Kepalestinaan Ringankan Duka Warga Aceh Tamiang

Basuki Eka Purnama
17/2/2026 18:52
Solidaritas Tanpa Batas: Kolaborasi Lembaga Kepalestinaan Ringankan Duka Warga Aceh Tamiang
Tim gabungan tersebut menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana di Aceh Tamiang.(MI/HO)

DAMPAK banjir bandang yang menerjang empat kabupaten di Aceh menyisakan luka mendalam, khususnya bagi warga Aceh Tamiang

Merespons kondisi tersebut, Forum Muslimah Indonesia (Formasi) bersama sejumlah lembaga kepalestinaan turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan guna mempercepat pemulihan warga terdampak.

Aksi kolaborasi ini melibatkan berbagai elemen, di antaranya Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsa (KPIPA), Koalisi Daiyah, Perempuan Seni Indonesia Peduli Palestina (PUSPA), Nasyitha Center, Wakaf Orbit, serta Adara Relief Indonesia. Selain itu, tujuh komunitas di bawah naungan Adara, yakni KQPP, IIPP, KPA, SAPA, KLFP, SPQ, dan MQSA, juga turut memberikan kontribusi nyata dalam penyaluran ini.

Bantuan Fisik dan Kebutuhan Dasar

Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang. 

Tim gabungan tersebut menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Lebih dari sekadar logistik, Formasi dan lembaga mitra juga melakukan pembangunan di sektor sanitasi dan papan dengan menyediakan delapan titik sumur bor baru. 

Selain itu, bantuan renovasi diberikan kepada 10 rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang.

Komitmen Kemanusiaan di Tanah Air

Ustazah Nurjanah Hulwani, yang menjabat sebagai Ketua Formasi sekaligus Ketua KPIPA, menyampaikan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi di lokasi. Ia menegaskan bahwa kerusakan masih terlihat jelas di berbagai sudut Aceh Tamiang.

"Saya dan tim menyaksikan kondisi di Aceh Tamiang dengan pemandangan yang masih rusak di mana-mana dan kisah-kisah pilu yang dirasakan warga Aceh Tamiang saat musibah banjir. Bantuan yang kami berikan masih jauh dari cukup, terlebih menjelang datangnya Ramadhan. Semoga pemerintah dan para muhsinin digerakkan hatinya untuk terus membantu agar Aceh Tamiang kembali pulih," ujar Ustazah Nurjanah.

Apresiasi dari Masyarakat

Kehadiran lembaga-lembaga yang biasanya berfokus pada isu internasional ini memberikan kesan mendalam bagi warga lokal. Perwakilan DKM Masjid Nurul Takwa, yang mewakili 75 keluarga terdampak di sekitar masjid, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian para relawan.

“Hari ini saya menyaksikan dan membuktikan bahwa lembaga kepalestinaan bukan hanya peduli kepada Palestina tetapi juga peduli terhadap musibah dalam negeri yang terjadi di Aceh Tamiang,” ungkap perwakilan DKM tersebut.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas yang dibangun oleh lembaga-lembaga ini bersifat universal, di mana duka saudara sebangsa di Aceh Tamiang menjadi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan bersama. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik