Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Mahasiswa USK Korban Banjir Sumatra Gratis UKT Hingga Lulus dan Santunan

Amiruddin Abdullah Reubee
08/2/2026 19:22
Mahasiswa USK Korban Banjir Sumatra Gratis UKT Hingga Lulus dan Santunan
Rekor USK Profesor Ir Marwan menyerahkan santunan dan beasiswa UKT kepada mahasiswa yang orangtuanya meninggal saat banjir Sumatra akhir November 2025.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

KEPRIHATINAN tehadap korban banjir Sumatra merupakan panggilan nurani dan rasa kemanusiaan. Apalagi mereka bukan saja kehilangan harta, tapi orangtua dan anggota keluarga. Karena orangtua merupakan tempat mengadu dan penggerak semangat menggapai cita-cita. Apalagi keberadaan ibu dan ayah sebagai penanggung jawab moril dan materil bagi-putra putrinya. 

Karena itu Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal Masjid Jamik menyalurkan santunan pendidikan senilai Rp25 juta kepada lima mahasiswa yang kehilangan orangtua mereka akibat bencana Sumatra. Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi agar mereka tetap dapat melanjutkan studi dengan baik. 

Lalu universitas di jantung hati masyarakat Serambi Mekkah itu juga memberikan (membebaskan) uang kuliah tunggal (UKT) sampai mereka lulus sarjana. 

Rektor USK Prof Ir Marwan, melalui Media Indonesia, Jumat (6/2) menyampaikan, terimakasih dan rasa syukur atas dukungan dan perhatian berbagai pihak yang membantu mahasiswa terdampak bencana. Karena bantuan yang disalurkan itu berasal dari kerja sama dengan Rumah Amal serta dukungan sejumlah unit di lingkungan USK. 

Dikatakannya, pendataan mahasiswa terdampak menjadi langkah penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. Jangan sampai yang berhak menerima tertinggal dari perhatian. “Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepedulian banyak pihak yang telah membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya mereka yang kehilangan orang tua. Bantuan ini sangat berarti, terutama untuk membantu kebutuhan pendidikan. Mahasiswa tersebut juga kami bebaskan kewajiban pembayaran UKT hingga menyelesaikan studi. Semoga bantuan ini meringankan beban mahasiswa dan menjadi motivator untuk tetap semangat menyelesaikan studi,” kata Prof Marwan.

USK terus melakukan pendataan terhadap mahasiswa terdampak dari berbagai kategori guna memastikan tidak ada yang terlewat dari perhatian. Kemudian berkomitmen membantu sesuai kemampuan yang dimiliki demi keberlangsungan pendidikan mahasiswa.

Sedangkan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof Mustanir mengatakan, kepergian orangtua saat banjir merupakan janji yang Maha Kuasa. Tentu kepergian ini memiliki hikmah dan rahasia yang kadang belum dipahami manusia. 

Maka musibah yang luar biasa itu menjadi contoh dan ujian yang perlu dipahami dengan kacamata iman. Tidak terhingga rahmat Allah yang tidak bisa dibaca dengan penglihatan telanjang, tapi memerlukan penafsiran aqidah yang haqiqi. 

"Maka semua itu tidak perlu disesali. Hanya saja membutuhkan nurani religi untuk menerima dengan iklas. Kepergian merekaungkin jadwal paling tepat untuk memperoleh rahmat Allah. Masih banyak kesempatan berbakti kepada mereka, di antaranya melalui doa setiap usai salat 5 waktu," begitu tutur Mustanir dengan nada menasihati para mahasiswanya. 

Adapun Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, mengatakan, dana peduli bencana disalurkan sesuai amanah para donatur. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada lima mahasiswa dengan total dana Rp25 juta atau masing-masing Rp5 juta per mahasiswa.

“Dana yang terkumpul kami salurkan sesuai peruntukannya, dengan fokus membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya yang kehilangan orangtua. Kami berharap bantuan ini dapat membantu keberlanjutan studi mereka,” tutur Tedy Kurniawan Bakri. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya