Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPRIHATINAN tehadap korban banjir Sumatra merupakan panggilan nurani dan rasa kemanusiaan. Apalagi mereka bukan saja kehilangan harta, tapi orangtua dan anggota keluarga. Karena orangtua merupakan tempat mengadu dan penggerak semangat menggapai cita-cita. Apalagi keberadaan ibu dan ayah sebagai penanggung jawab moril dan materil bagi-putra putrinya.
Karena itu Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal Masjid Jamik menyalurkan santunan pendidikan senilai Rp25 juta kepada lima mahasiswa yang kehilangan orangtua mereka akibat bencana Sumatra. Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi agar mereka tetap dapat melanjutkan studi dengan baik.
Lalu universitas di jantung hati masyarakat Serambi Mekkah itu juga memberikan (membebaskan) uang kuliah tunggal (UKT) sampai mereka lulus sarjana.
Rektor USK Prof Ir Marwan, melalui Media Indonesia, Jumat (6/2) menyampaikan, terimakasih dan rasa syukur atas dukungan dan perhatian berbagai pihak yang membantu mahasiswa terdampak bencana. Karena bantuan yang disalurkan itu berasal dari kerja sama dengan Rumah Amal serta dukungan sejumlah unit di lingkungan USK.
Dikatakannya, pendataan mahasiswa terdampak menjadi langkah penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. Jangan sampai yang berhak menerima tertinggal dari perhatian. “Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepedulian banyak pihak yang telah membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya mereka yang kehilangan orang tua. Bantuan ini sangat berarti, terutama untuk membantu kebutuhan pendidikan. Mahasiswa tersebut juga kami bebaskan kewajiban pembayaran UKT hingga menyelesaikan studi. Semoga bantuan ini meringankan beban mahasiswa dan menjadi motivator untuk tetap semangat menyelesaikan studi,” kata Prof Marwan.
USK terus melakukan pendataan terhadap mahasiswa terdampak dari berbagai kategori guna memastikan tidak ada yang terlewat dari perhatian. Kemudian berkomitmen membantu sesuai kemampuan yang dimiliki demi keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
Sedangkan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof Mustanir mengatakan, kepergian orangtua saat banjir merupakan janji yang Maha Kuasa. Tentu kepergian ini memiliki hikmah dan rahasia yang kadang belum dipahami manusia.
Maka musibah yang luar biasa itu menjadi contoh dan ujian yang perlu dipahami dengan kacamata iman. Tidak terhingga rahmat Allah yang tidak bisa dibaca dengan penglihatan telanjang, tapi memerlukan penafsiran aqidah yang haqiqi.
"Maka semua itu tidak perlu disesali. Hanya saja membutuhkan nurani religi untuk menerima dengan iklas. Kepergian merekaungkin jadwal paling tepat untuk memperoleh rahmat Allah. Masih banyak kesempatan berbakti kepada mereka, di antaranya melalui doa setiap usai salat 5 waktu," begitu tutur Mustanir dengan nada menasihati para mahasiswanya.
Adapun Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, mengatakan, dana peduli bencana disalurkan sesuai amanah para donatur. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada lima mahasiswa dengan total dana Rp25 juta atau masing-masing Rp5 juta per mahasiswa.
“Dana yang terkumpul kami salurkan sesuai peruntukannya, dengan fokus membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya yang kehilangan orangtua. Kami berharap bantuan ini dapat membantu keberlanjutan studi mereka,” tutur Tedy Kurniawan Bakri. (H-1)
PEMERINTAH Kota Padang menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Masjid Jam'ik USK Aceh sediakan 500 porsi buka puasa dan sahur gratis setiap hari untuk mahasiswa kurang mampu dan korban banjir Sumatra. Cek detailnya!
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Peresmian 104 unit hunian tetap (huntap) menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh.
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian, mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Terprovokasi isu krisis stok nasional 21 hari, akibat perang AS-Israel vs Iran, antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) pada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Provinsi Aceh meluas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved