Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Universitas Syiah Kuala Masuk 21 Persen Kampus Terbaik Pilihan Mahasiswa Internasional

Amiruddin Abdullah Reubee
22/2/2026 14:23
Universitas Syiah Kuala Masuk 21 Persen Kampus Terbaik Pilihan Mahasiswa Internasional
Ilustrasi(Dok USK)

UNIVERSITAS Syiah Kuala ternyata semakin populer di kalangan putra-pitri dunia internasional yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Itu diketahui dari publikasi Study Abroad Aide yang merilis daftar kampus terbaik dunia tahun 2026.

Study Abroad Aide adalah lembaga pemeringkatan dunia yang dirancang khusus untuk merilis peringkat universitas terhadap mahasiswa internasional. Study Abroad Aide berbasis di Korea Selatan. 

Sesuai publikasi di hasil survei mereka, USK termasuk dalam kategori 21 persen kampus terbaik dunia, untuk kategori universitas tujuan mahasiswa internasional. 

Perolehan peringkat itu telah termotivasi universitas negeri tertua dan terbesar di provinsi paling barat Indonesia tersebut untuk berbenah. Apalagi untuk meraih kemajuan akademik dan keberhasilan para alumni di masa depan. 

Rektor USK Profesor Dr Ir Marwan, melalui Media Indonesia, Minggu (22/2) menyampaikan rasa kegembiraan dan bersyukur atas keberhasilan sangat luar biasa itu. Rektor lulusan Doktor Birmingham Universiti Inggris tersebut menghapkan keberhasilan itu terus semakin men8ngkat dan beamfaat untuk mahasiswa, akademisi sertaasa depan generasi negeri. 

“Capaian ini membuktikan komitmen Universitas Syiah Kuala dalam peningkatan kualitas akademik, memperluas jejaring global, serta menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif serta berdaya saing internasional,” tutur Rektor Marwan.

Lalu perolehan prestasi seperti ini terus meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2024  Study Abroad Aide  menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional. 

Dikatakan Rektor Marwan, peningkatan  tersebut menunjukkan semakin besar daya tarik USK di mata mahasiswa internasional. Berbagai program akademik berkualitas, dukungan layanan internasional, serta lingkungan multikultural yang kondusif menjadi faktor utama yang mendorong kepercayaan global terhadap USK.

“Prestasi ini juga memberikan manfaat besar bagi calon mahasiswa yang mencari institusi pendidikan tinggi berkualitas di luar negeri dengan reputasi internasional yang kuat,” tutur Rektor Marwan yang mulai berumban itu. 

Adapun di tingkat nasional, USK menempati peringkat ke-21 dari 149 perguruan tinggi di Indonesia dalam kategori mobilitas mahasiswa internasional. Ini menegaskan posisi kompetitif USK di antara perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Kemudian mencerminkan keberhasilan universitas dalam membangun standar akademik unggul. Lalu lingkungan belajar lebih ramah bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.

Dikatakannya, kinerja nasional ini menjadi indikator penting bagi calon mahasiswa internasional maupun domestik, dalam memilih institusi pendidikan tinggi yang memiliki kesiapan global. 

Dengan mempertahankan kualitas akademik, memperkuat kolaborasi (kerjasama) Internasional, serta mengembangkan ekosistem kampus yang inklusif. USK terus berupaya mencetak lulusan yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

“Prestasi ini diharapkan semakin memotivasi seluruh sivitas akademika USK untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperkuat peran USK sebagai pusat keunggulan akademik di tingkat nasional dan internasional,” ucap lelaki berperawakan murah senyum itu.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Profesor Doktor Mustanir, kepada Media Indonesia,mengatakani, Universitas yang berlokasi di negeri bekas tsunami 2004 itu sekarang memiliki sekitar 130 mahasiswa internasional dari berbagai negara. Antara lain berasal dari Filipina, Thailand, Malaysia, Tajikistan, Mali, Pakistan, Libya, Bangladesh dan India, Gambia. 

Berikutnya dari Kirgizstan, Myanmar, Yaman, Korea Selatan, Palestina, Afghanistan, Rwanda, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Tanzania, Malawi, Botswana, dan Kenya.

Adapun diantara kegiatan internasionalisasi akademik di USK adalah program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), Penerimaan dan Orientasi Mahasiswa Internasional. Lalu pertukaran Mahasiswa inbound dan outbound, KKN Internasional dan kunjungan akademik kampus, International Summer Course, International Summer Camp, Internasional Short Program. 

"Ada juga Global Mobility, Education Fair and International Academic Promotion, dan sebagainya" tambah Prof Mustanir, Wakil Rektor lulusan S2 dan S3 di Kyushu University Jepang Bidang Kimia Organik itu. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya