Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Farmasi Universitas Syiah Kuala Edukasi Tangkal Tb di SMAN 2 Sabang

Amiruddin Abdullah Reubee
20/11/2025 07:57
Farmasi Universitas Syiah Kuala Edukasi Tangkal Tb di SMAN 2 Sabang
Tim Farmasi Universitas Syiah Kuala, Melakukan Edukatif Tangkal TBC di SMAN 2 Sabang.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee )

DEPARTEMEN Farmasi Universitas Syiah Kuala (USK) kali ini, atau tepatnya pada Sabtu 15 November akhir pekan lalu, menyapa siswa-siswi SMA Negeri 2 Sabang. Itu merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang rutin dilakukan Departemen Farmasi universitas kebanggaan masyarakat Aceh itu saban tahun. 

Hal ini dilaksanakan dalam rangka peringatan World Pharmacist Day yang diperingati setiap 25 September 2025. World Pharmacist Day tahun 2025 masih mengusung tema 'Think Health, Think Pharmacist' dengan penekanan edukasi pada topik penanggulangan penyakit Tuberkulosis (Tb) dan penggunaan antibiotik yang benar. 

Kegiatan dimulai dengan senam sehat dan Senam DAGUSIBU di SMA Negeri 2 Sabang, yang diikuti oleh siswa dan peserta World Pharmacist Day 2025. Lalu para dosen dan mahasiswa dari Departemen Farmasi USK bersama dengan tim PD IAI Aceh memberikan edukasi bertema 'Kenali TB Lebih Dekat: Cegah, Obati, dan Lawan Bersama!' serta edukasi DAGUSIBU Antibiotik. 

Para siswa juga diperkenalkan profil kampus USK, FMIPA, dan Departemen Farmasi sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap farmasi dan profesi apoteker.

Kepala SMA Negeri 2 Sabang, Suriadi kepada melalui Media Indonesia berterimakasih atas dipilihnya sekolah setempat sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini rutin dilaksanaan sehingga menambah wawasan bagi siswa/siswi wilayah Nol Kilometer Indonesia tersebut. 

Ketua Departemen Farmasi FMIPA Universitas Syiah Kuala apt Tedy Kurniawan Bakri, Rabu (19/11) mengatakan,  pentingnya kerjasama antara perguruan tinggi dengan sekolah menengah. Karena tahapan ini merupakan masa transisi yang paling krusial untuk menentukan arah masa depan siswa. 

Dikatakan Tedy, Departemen Farmasi hadir di Sabang untuk memberikan informasi sebanyak mungkin agar para siswa dapat mengembangkan potensi dirinya. Diharapkan mereka mengetahui peluang di masa depan. 

Berbagai materi edukasi juga diberikan kepada para siswa di antaranya materi tentang tuberkulosis yang disampaikan oleh apt. Fajar Fakri. Itu mencakup pengenalan penyakit, pengobatan dan pencegahan kejadian tuberkulosis. 

Adapun Fajar Fakri juga menyampaikan alasan pengobatan tuberkulosis harus dilakukan dalam waktu 6-9 bulan dan apa yang dapat dilakukan bila pasien mengalami reaksi efek samping. Lalu bagaimana langkah agar pasien TBC tetap ingat minum obat rutin seperti menggunakan alarm di kalender telepon seluler atau menyimpan obat di kotak obat harian. 

Sedangkan apt. Okpri Meila menyampaikan materi tentang DAGUSIBU, yang meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar. Materi DAGUSIBU adalah materi yang rutin disampaikan dalam setiap kegiatan edukasi oleh apoteker. 

"Hingga kini, belum semua masyarakat paham bagaimana cara mendapatkan obat yang benar, menggunakan obat yang baik, menyimpan agar obat tetap dalam kondisi stabil dan membuang obat dengan benar. Karena itu, pesan DAGUSIBU menjadi hal yang penting untuk terus menerus disampaikan secara berkala," tutur Meila. 

Adapun kegiatan edukasi ini memang diarahkan pada siswa SMA, agar sejak dini siswa punya pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit dan obat. Melalui kegiatan edukasi semacam ini, minat siswa untuk terus mencari berbagai pengetahuan semakin meningkat. 

Selain itu, aspek kesadaran siswa untuk hidup bersih dan sehat juga diharapkan muncul setelah mendapatkan materi tentang penyakit Tb. Penyampaian profil tentang kampus juga diperlukan dalam kegiatan seperti ini, sebagai pemantik minat siswa untuk berani bermimpi dan berusaha masuk ke program studi farmasi.

Program Studi Sarjana Farmasi USK sendiri adalah program studi yang memiliki keketatan tertinggi berdasarkan hasil UTBK tahun 2025. Meskipun demikian, Departemen Farmasi USK terus melakukan penjaringan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Aceh sebagai cara untuk menarik calon mahasiswa yang berprestasi dari setiap daerah. 

"Dengan demikian, diharapkan kualitas Departemen Farmasi USK terus terjaga baik bahkan semakin meningkat hingga menjadi departemen yang unggul di bidang farmasi dan kesehatan," tambah Meila. (H-1) 


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik