Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Di Tengah Bencana Banjir, Harga Cabai, Tomat, dan Bawang Merah Melambung 300% di Aceh

Amiruddin Abdullah Reubee
29/11/2025 12:36
Di Tengah Bencana Banjir, Harga Cabai, Tomat, dan Bawang Merah Melambung 300% di Aceh
Aktifitas penjual cabai eceran dan bahan bbu lainnya di pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

SETELAH hari-hari kemarin timbul tenggelam dalam air bah dan berjuang bangkit dari sendimen lumpur atau terperangkap dalam sampah banjir. Kini warga di Provinsi Aceh berhadapan dengan kondisi harga barang melambung serta disusul roda perekonomian sangat melelahkan. 

Mengapa tidak, harga berbagai bahan pokok dan barang kebutuhan lainnya sudah dua hari terakhir tidak bersahabat dengan korban banjir.Tidak diketahui jelas apakah itu karena krisis pasokan atau permainan oleh pelaku pasar. 

Di Kota Banda Aceh, Ibu kota Provinsi Aceh misalnya, harga cabai merah berkisar Rp290 ribu hingga Rp300 ribu/kg. Padahal sebelumnya hanya berkisar Rp70 ribu hingga Rp90 ribu itu. Harga Rp70 ribu itu pun sudah termasuk tinggi dibanding harga normal biasanya Rp50 ribu/kg.

Lalu harga cabai hijau juga melangit berkisar Rp150 ribu hingga Rp170 ribu/kg. Itu sebelum bencana banjir hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu/kg.

Lalu harga tomat juga menghindari korban banjir yakni dari sebelumnya Rp10 ribu/kg, kini meloncat pada posisi Rp50 ribu/kg. Hal yang sama juga disusul oleh cabai rawit, dari harga berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu, sudah dua hari terakhir juga semakin tidak bersahabat yakni mencapai Rp200 ribu/kg.

"Ini harga saat saya belanja di Pasar Bathoh, Kota Banda Aceh tadi pagi," tutur Ferizal Hasan, dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, kepada Media Indonesia, Sabtu (29/11). 

Dosen Hukum dari Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, Teuku Muttaqin Mansur mengharapkan kepada pengusaha, toke dan penjual agar tidak menjual barang dengan mengambil keuntungan lebih besar. Hendaknya para pelaku pasar itu tetap menjaga kestabilan harga di tengah kondisi sedang ditimpa bencana sekarang. 

"Awasi pengusaha/penjual hitam yang mengeruk keuntungan lebih di tengah darurat melanda," tutur Muttaqin yang juga banyak rumah keluarga dekatnya diterjang banjir di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. (H-1) 


 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya