Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN dini ancaman bencana hidrometeorologi kembali dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (22/10). Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 10 daerah di Jawa Tengah, terutama di pegunungan dan dataran tinggi bagian tengah dan timur.
Pemantauan Media Indonesia, Selasa (22/10), cuaca mendung menyelimuti hampir sebagian besar daerah di Jawa Tengah sejak dini hari. Meskipun kondisi cuaca cukup tenang, diperkirakan memasuki siang hujan akan mulai turun di sejumlah daerah dengan intensitas ringan-sedang, bahkan BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini ancaman bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali akan melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.
"Ada 10 daerah di pegunungan dan dataran tinggi bagian tengah dan timur berpotensi terjadi cuaca ekstrem terutama pada siang hingga awal malam," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, Selasa (22/10).
Ancaman bencana hidrometeorologi cukup tinggi karena potensi cuaca ekstrem tersebut diprediksi terjadi di daerah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Blora, Rembang, dan Slawi.
Sedangkan sejumlah daerah lain, ungkap Reny, berpotensi diguyur hujan ringan-sedang yakni Cilacap, Sragen, Purwodadi, Pati, Temanggung, Kajen, Brebes, Magelang, Tegal, Bumiayu dan Majenang, selebihnya hujan ringan seperti Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Kudus, Ungaran, Batang, Pemalang, Surakarta, Salatiga, dan Ambarawa.
Angin pada umumnya bertiup dari arah barat laut ke timur dengan kecepatan 3-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-35 derajat celcius dan kelembaban udara 45%-95%. "Ketinggian gelombang di perairan utara 0,2-0,5 meter dan di perairan selatan 1,25-2,5 meter," tambahnya.
Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sembodo juga memberikan peringatan dini kepada warga berada di daerah pesisir Jawa Tengah, karena potensi banjir air laut pasang juga mengancam pada 22-29 Oktober 2024 ini.
Potensi banjir rob ini, ungkap Yoga, disebabkan aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia hingga kelembaban udara pada berbagai ketinggian yang cenderung basah berpotensi meningkatkan pembentukan awan konvektif (cumulonimbus) yang menjulang hingga ke lapisan atas.
"Potensi tersebut dapat dilihat melalui dinamika atmosfer dengan kondisi labilitas udara yang kuat di wilayah Jawa Tengah," ujarnya Senin (21/10).
Selain itu, hangatnya suhu permukaan air laut di Laut Jawa bagian utara dan selatan menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan konvektif, sehingga berpotensi meningkatkan akumulasi genangan terutama di wilayah pesisir Jawa Tengah.
"Maka diimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kenaikan temperatur dan potensi kebakaran lahan dan hutan, potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan yang berpotensi datangnya bencana hidrometeorologi," ujar Yoga. (AS/J-3)
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di seluruh perairan di Jawa Tengah Kamis (8/1) cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi mereda yakni di perairan utara berkisar 0,5-1,25 meter dan perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter.
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi dilanda cuaca ekstrem, terutana terjadi kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan dan tengah.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
BMKG: hujan sedang yang berlangsung lama atau terjadi berulang dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan akumulasi air penyebab banjir.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved