Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut propagasi atau perambatan gelombang laut tsunami akibat gempa M 8,7 yang terjadi wilayah pesisir timur Rusia, masih berlangsung di perairan Indonesia. Masyarakat pun diminta untuk tetap menjauhi pantai sampai peringatan dini resmi dicabut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa dalam pantauan di beberapa lokasi menunjukkan kenaikan tinggi muka air laut sekitar 40-50 cm, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
"Propagasi tsunami masih terjadi hingga saat ini. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap menjauhi daerah pantai untuk sementara waktu," kata Abdul dalam konferensi pers, Rabu (30/7).
Berdasarkan data milik BNPB, kenaikan permukaan air laut terjadi di Manokwari, Papua Barat dari 1,5 meter menjadi lebih dari 2 meter, dan di Sorong, Papua dari 1,6 meter menjadi di atas 2 meter.
"Berikut adalah indikasi dari front wave yng masih bergerak," ujarnya.
BNPB pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjauhi pantai sementara waktu. Selain itu, Abdul juga mengingatkan bahwa kondisi gelombang yang terlihat tenang tidak berarti situasi sudah aman
"All clear hanya ketika BMKG sudah menghentikan peringatan dini tsunami. Sebelum ada pengumuman itu, masyarakat jangan kembali ke pantai," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, pada hari Rabu, 30 Juli 2025, pukul 06.24 WIB di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis parameter update menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M8,7 Episenter, gempa bumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km.
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter-nya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka. Gempabumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Rabu (30/7).
Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. Daryono menyebut hasil analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m di wilayah Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.
"Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ujar dia.
Adapun gempa susulan terjadi namun relatif kecil. Hingga pukul 08.30 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 7 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar M 6.9 dan magnitudo terkecil M 5.4. (Fik/M-3)
WARGA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan ini merasakan beberapa kali gempa bumi dengan kekuatan di atas 4 magnitudo.
GEMPA bumi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan magnitudo (M) 6,4 diperbarui jadi 6,2 membuat perjalanan kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta berhenti luar biasa, kini semua perjalanan aman
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pastikan untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 pada 27 Januari 2026 pukul 13:15:32 WIB.
Gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Jawa Timur bagian selatan, pada Selasa (27/1) pagi berdampak langsung di Kabupaten Trenggalek.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved