Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Riau mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Kamis (31/7) pukul 13.50 WIB. Cuaca buruk diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Kepulauan Riau mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam pernyataannya, BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi disertai kilat/petir serta angin kencang. Kondisi ini diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Bintan (Telok Sebong), Kabupaten Karimun (Kundur Utara), Kabupaten Lingga (Senayang), serta Kota Batam (Galang dan sekitarnya).
BMKG juga mengimbau kewaspadaan karena potensi hujan lebat disertai angin kencang dapat meluas ke sejumlah wilayah lainnya, mencakup Kabupaten Bintan (Gunung Kijang, Bintan Timur, Bintan Utara, Teluk Bintan, Toapaya, Mantang, Bintan Pesisir, dan Seri Kuala Lobam), Kabupaten Karimun (Kundur, Meral, Tebing, Buru, Kundur Barat, Ungar, dan Belat), serta Kabupaten Lingga (Lingga, Singkep Barat, Selayar, dan Kepulauan Posek).
Cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Kota Batam, meliputi Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, Bulang, Lubuk Baja, Sei Beduk, Bengkong, Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji, serta di Kota Tanjungpinang, khususnya Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Kota.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang berlangsung. Waspadai juga kemungkinan pohon tumbang dan genangan di sejumlah titik rawan," ujar Prakirawan BMKG Asrofi Kepulauan Riau.
BMKG memperkirakan cuaca ekstrem ini masih dapat berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi dampak seperti banjir, sambaran petir, dan gangguan lalu lintas.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui laman resmi BMKG di [www.bmkg.go.id](http://www.bmkg.go.id) atau melalui call center 196. (H-2)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
Menurut analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kondisi cuaca yang memicu banjir tersebut merupakan dampak Siklon Tropis Senyar.
Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
BMKG: hujan sedang yang berlangsung lama atau terjadi berulang dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan akumulasi air penyebab banjir.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved