Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA haru dan isak tangis pecah usai bus yang mengangkut siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Lingga Kencana (SMK-LK) tiba di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Minggu (12/5).
Para orang tua yang tengah menunggu sejak Minggu dini hari (12/5) terlihat sangat cemas. Ketika anak-anak turun dari bus, orangtua langsung memeluk dan menciumi putra-putri mereka dengan di iringi haru dan isak tangis. Para siswa-siswi yang selamat dari musibah nahas tersebut langsung dibawa pulang orangtua mereka ke rumah masing-masing.
Di area penurunan siswa-siswi, para orangtua memberikan keterangan, sekolah tidak perlu mengadakan perpisahan jauh-jauh di luar wilayah.
Baca juga : Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin Sampaikan Duka Atas Kecelakaan Bus Rombongan Pelajar SMK
Hal itu karena membuat rasa kekhawatiran bagi para orangtua atas keselamatan putra putrinya. Selain harus menanggung biaya yang tidak sedikit para siswa-siswi harus juga menghadapi resiko yang menghadang seperti kecelakaan.
"Kasus yang menimpa bus rombongan SMK LK harus dijadikan pelajaran mahal oleh sekolah-sekolah Kota Depok yang mengadakan perpisahan di luar wilayah, " kata Lukita, orang tua dari salah satu siswa SMK-LK, Minggu (12/5).
Ia mengatakan di Kota Depok sangat banyak lokasi untuk dijadikan tempat perpisahan. "Itu taman alun-alun di Grand Depok City Cilodong eloknya luar biasa, kurang apa, berapa ratus siswa lokasi itu mampu menampung," ucapnya.
Baca juga : 10 Jenazah Korban Kecelakaan Maut di Subang Diberangkatkan ke Depok untuk Dimakamkan
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan bus rombongan SMK-LK yang terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat yakni bus pariwisata Trans Putera Fajar (TPF) berpelat nomor polisi AD 7524 OG masih di Subang.
Idris menuturkan peristiwa kecelakaan bus pariwisata yang membawa pelajar ini menjadi bahan evaluasi agar lebih baik lagi ke depannya.
Menurut Idris perlu koordinasi dengan sekolah-sekolah di Kota Depok, karena ini juga terkait persoalan transportasi yang akan digunakan oleh para siswa untuk keperluan pariwisata.
Baca juga : Kecelakaan Maut Subang, Bus Ternyata Tak Berizin
“Masalah ke depan perlu koordinasi memang dengan sekolah-sekolah di Kota Depok karena ini juga terkait dengan masalah transportasi, sekolah yang melaksanakan jalan-jalan ke luar daerah harus mempertimbangkan resiko keselamatan peserta didik, ” ujarnya.
Idris mengungkapkan, usai pihaknya mendapatkan informasi adanya kecelakaan bus yang mengangkut para siswa asal daerahnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok langsung memgirimkan armada ambulans dan mobil jenazah untuk diberangkatkan ke Subang.
“Setelah kita mendengarkan kecelakaan langsung kita kirim armada ambulans dan mobil jenazah yang ada sebanyak kira-kira 34 mobil jenazah dan mobil ambulans untuk diberangkatkan ke sana,” tutur Idris.
Baca juga : Guru SMK Lingga Kencana, Suprayogi Menjadi Korban Meninggal dalam Kecelakaan Bus Subang
Diketahui kecelakaan bus akibat rem blong hingga oleng dan berguling-guling. Bus pariwisata TPF yang membawa murid kelas 12 dan guru SMK- LK mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Kampung Palasari, Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5) pukul 18.45 WIB.
Kecelakaan tersebut menewaskan 11 orang dan melukai puluhan lainnya. Proses identifikasi korban masih berlangsung di kamar jenazah RSUD Subang, di mana 32 orang dirawat, termasuk 12 korban dengan luka berat.
Bus tersebut mengangkut 60 penumpang beserta sopir, terdiri dari 53 siswa, tiga guru, dan empat awak kendaraan (Z-3)
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PT Transjakarta menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan di Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan memanggil pemilik bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
Perusahaan Otobus (PO) Cahaya Trans memutuskan menghentikan sementara seluruh operasional bus reguler antar kota antar provinsi mulai 26 Desember 2025.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved