Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH perlu memberikan kepastian penegakan hukum terkait peristiwa pembakaran pesawat Susi Air di Bandara Paro, Nduga, Papua.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem Taufik Basari menjelaskan kepastian tersebut dibutuhkan untuk menjamin keamanan warga lokal maupun asing di wilayah Papua.
"Pemerintah perlu beri perhatian terhadap perisitiwa ini. Unutk menunjukkan bahwa kita bisa melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran hukum dan HAM, karena ada penyanderaan warga sipil," ungkap Tobas, sapaan akrabnya, Kamis (9/2).
Baca juga: Sebelum Dievakuasi, 15 Pekerja Puskesmas Paro Ditolong Pendeta
Menurutnya, perisitwa pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air murni tindakan kriminal. Peristiwa tersebut diyakini tidak terkait dengan gerakan kombatan yang menuntut kemerdekaan Papua dari Indonesia.
"Tidak ada kaitannya dengan kombatan, ini merupakan pelanggaran hukum nasional dan internasional juga karena melibatkan warga negara asing," imbuh Tobas.
Baca juga: Polisi Kerahkan Helikopter untuk Cari Penumpang Susi Air
Oleh karena itu, Tobas menuturkan negara wajib memberikan perlindungan kepada siapapun yang berada di wilayah Indonesia. Termasuk, segera menemukan Pilot Susi Air bernama Philip Merthens, yang berkewarganegaraan Selandia Baru.
"Apalagi juga ada kepentingan dari negara asing untuk memantau warga negaranya yang terkena dampak ini," pungkasnya.
Pihaknya berharap pemerintah segera melakukan langkah penyelamatan yang efektif. Sehingga, isu pembakaran pesawat Susi Air dan penyanderaan pilot berkewarganegaraan asing tidak menjadi bola liar.(OL-11)
Sekretaris DHS Kristi Noem mengklaim hukum ditegakkan secara adil, meski Jake Tapper mencecar soal pengampunan bagi penyerang polisi di peristiwa 6 Januari.
Evello mendeteksi adanya 65% percakapan yang memberikan apresiasi terhadap penegakan hukum dan legitimasi kepemimpinan.
Nasim juga menilai penanganan perkara ini mencerminkan ironi penegakan hukum. Di tengah banyaknya kasus besar yang berdampak luas namun berjalan lambat.
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, penegakan hukum kehutanan dijalankan progresif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang tengah melakukan penyelidikan terkait kayu gelondongan yang hanyut dan menumpuk usai banjir besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
survei tentang persepsi publik terhadap Polri oleh CISA sebanyak 68,2 persen responden setuju dengan reformasi polri.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved