Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS kekerasan dan penganiayaan anak terjadi lagi di Indonesia. Kali ini, korbannya adalah seorang anak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah berusia enam tahun itu disiksa menggunakan besi panas hingga sekujur tubuhnya terluka.
Bocah berinisial N, yang merupakan warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura itu Ia disiksa oleh pamannya sendiri yang diketahui bekerja sebagai seorang sopir.
Kasus penganiayaan sadis ini baru terungkap ketika bocah enam tahun memilih melarikan diri ke rumah tetangga dan melaporkan kejadian tersebut pada tetangganya.
Baca juga: Tunggak Utang Koperasi, Anggota DPRD Sikka asal Perindo Digugat
Berdasarkan pengamatan mediandonesia.com, Sabtu (17/9), terlihat sekujur tubuh hingga tangan anak ini penuh dengan luka bakar. Luka itu terjadi setelah ubuh dan tangan anak itu ditempel dengan besi panas oleh pamannya sendiri. Selain itu, kepala korban juga ikut terluka.
Menurut Sahanudin, awalnya dirinya sedang duduk-duduk istirahat di rumahnya. Tidak kemudian, ia mendapatkan berita dari tetangga korban bahwa ada kasus penganiayaan anak.
Untuk itu, ia pun bergerak cepat menuju ke lokasi. Selanjutnya, dirinya melihat langsung kondisi korban yang sangat memprihatinkan sehingga dirinya pun langsung membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
"Saya datang lihat anak tersebut sangat memperhatikan. Sekujur tubuh anak ini terluka. Saya langsung bawa anak ini ke Puskesmas Watubaing untuk berobat. Anak ini disiksa oleh pamannya sendiri," papar dia.
Selain itu, ungkap Sahanudin, ia pun langsung melaporkan kasus ini kepada pihak Polsek Waigete atas kasus penganiayaan terhadap anak.
"Kasus ini saya sudah laporkan ke Polsek Waigete," ujarnya dengan singkatnya.
Sementara itu, Kabaghumas Polres Sikka AKP Margono membenarkan peristiwa tersebut. Ia pun mengaku kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polsek Waigete.
Selanjutnya, kata Margono, pihaknya langsung bergerak cepat menuju ke lokasi dan memeriksa beberapa saksi dan juga korban dibawa ke Puskesmas Waigete untuk dilakukan visum.
"Kalau pelaku kita sudah amankan. Korban ini merupakan keponakannya sendiri. Pelaku sudah kita jebloskan ke sel tahanan untuk diproses lebih lanjut," pungkas dia. (OL-1)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved