Rabu 07 September 2022, 18:46 WIB

Terdakwa Kasus Kekerasan Seksual SPI Kota Batu Divonis 12 Tahun

Bagus Suryo | Nusantara
Terdakwa Kasus Kekerasan Seksual SPI Kota Batu Divonis 12 Tahun

DOK.MI
Ilustrasi kekerasan terhadap anak

 

TERDAKWA kasus kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur, berinisial JE, divonis hukuman penjara selama 12 tahun oleh majelis hakim karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana tersebut.
 
Ketua Majelis Hakim Harlina Reyes pada saat sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Malang di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (7/9), mengatakan bahwa terdakwa dinyatakan bersalah secara meyakinkan dan sah telah melakukan tindak pidana dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya terus-menerus.
 
"Atas fakta tersebut terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun potong masa tahanan," kata Harlina.
 
Dalam pembacaan putusan tersebut, terdakwa JE mengikuti sidang secara daring dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang. Sidang digelar terbuka dengan pengamanan kurang lebih 300 anggota kepolisian di Gedung PN Malang.
 
Selain hukuman penjara selama 12 tahun tersebut, JE juga diwajibkan membayar restitusi kepada korban berinisial SDS sebesar Rp44,7 juta.

Dengan ketentuan, jika terpidana tidak membayar uang restitusi paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk membayar restitusi.


Baca juga: Polres Pati Geruduk Markas Perjudian Amankan 51 Penjudi

 
"Jika terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar restitusi tersebut maka diganti dengan pidana kurungan pengganti selama satu tahun," tuturnya.   

Vonis yang diberikan kepada JE tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 15 tahun. Majelis Hakim mempertimbangkan berbagai keterangan yang disampaikan pihak terdakwa serta dari JPU sebelum menjatuhkan vonis tersebut.
 
"Sesuai aturan vonis yang dijatuhkan dipotong masa tahanan yang sudah dijalani oleh terdakwa," katanya.
 
Dalam kasus tersebut, yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual ada sebanyak satu orang saksi korban dengan inisial SDS.
 
JPU menuntut terdakwa JE dengan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No 1/2016, tentang perubahan kedua atas UU No 23/2002 tentang perlindungan anak menjadi UU Juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
JE dituntut hukuman penjara 15 tahun subsider enam bulan dengan denda Rp300 juta, serta membayar restitusi kepada korban sebesar Rp44 juta.

Atas vonis tersebut, JE menyatakan banding melalui kuasa hukumnya, Hotma Sitompul. Sementara itu, JPU Yogi Sudarsono mengatakan masih pikir-pikir atas putusan terhadap JE tersebut.

"Kita pelajari dulu putusannya, masih ada waktu tujuh hari," katanya. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Mahfud tegaskan Pentingnya Jaga Kedaulatan di Wilayah Natuna

👤Mediaindonesia 🕔Senin 26 September 2022, 15:31 WIB
Menurut Mahfud, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, bahwa Natuna merupakan bagian integral dari wilayah...
Antara

Tinggi Gelombang Perairan Yogyakarta Bisa Mencapai 6 Meter

👤Agus Utantoro 🕔Senin 26 September 2022, 14:35 WIB
STASIUN Klimatologi BMKG Yogyakarta, DIY memperingatkan potensi gelombang laut sangat...
Dok. Avenzel Hotel and Convention

Chef Avenzel Hotel and Convention Sajikan Menu Khas Bekasi dan Bogor di Lombok

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 14:09 WIB
DUA perwakilan chef dari Avenzel Hotel and Convention Cibubur diberikan kepercayaan untuk menghidangkan makanan khas Bogor dan Bekasi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya