Kamis 14 Oktober 2021, 18:02 WIB

Polisi Mulai Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak di Luwu Timur

Hilda Julaika | Nusantara
Polisi Mulai Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak di Luwu Timur

Antara
Ilustrasi garis polisi yang terpasang di tempat kejadian perkara.

 

TIM Asistensi Bareskrim Polri menyatakan bahwa pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan kasus dugaan pencabulan ayah terhadap tiga anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Kepolisian juga telah membuat laporan polisi (LP) tipe A per 12 Oktober 2021. "Saya mendapatkan update dari tim asistensi di Luwu Timur. Penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (14/10).

Lebih lanjut, dia mengatakan upaya penyelidikan bakal difokuskan dalam rentang waktu 25-31 Oktober 2019. Pasalnya, pada 31 Oktober 2019, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap tiga anaknya, yang diduga menjadi korban pencabulan sang ayah.

Baca juga: Hasil Visum Mandiri Kasus di Luwu Timur tidak Dilaporkan ke Penyidik

Namun, hasil visum dari kepolisian yang dilakukan pada 9 Oktober 2019 dan 24 Oktober 2019, justru tidak menemukan kelainan pada tiga anak yang menjadi korban pencabulan. Dalam proses penyelidikan, tim akan mendalami hasil pemeriksaan dari 25 Oktober 2019 sampai diperiksanya ketiga korban pada 31 Oktober 2019.

“Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9 (Oktober), dokter menyatakan tidak ada kelainan. Pemeriksaan kedua tanggal 24 Oktober, dokter menyatakan tidak ada kelainan," tutur Ahmad.

"Kemudian, pemeriksaan medis oleh ibu korban di tanggal 31 menunjukkan ada katakan lah kelainan. Kami tidak sampaikan vulgar, karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar," imbuhnya.

Saat ini, petugas kepolisian sudah melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM. Dokter tersebut yang melakukan pemeriksaan medis terhadap tiga korban pada 31 Oktober 2019. Korban diketahui menjalani pemeriksaan medis di RS Vale Sorowako.

Baca juga: Membuka Kasus Pencabulan Anak di Luwu Timur

"Tapi pemeriksaan medis yang dilakukan tanggal 31 oleh dokter IM, kira-kira ada kelainan. Sehingga, penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019," terang Ahmad. 

"Orang tua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali. Terakhir di tanggal 10 Desember 2019, ini yang kelima ya. Telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira," sambung dia.

Diketahui, kasus dugaan pencabulan yang dialami tiga anak berusia di bawah 10 tahun pada 2019 kembali viral di media sosial. Tepatnya, setelah muncukl pemberitaan dari media massa bahwa penyelidikan kasus pencabulan ayah terhadap anaknya, sudah dihentikan Polres Luwu Timur.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA

Mahasiswa ITHB Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:23 WIB
Di Indonesia, data 2019 menunjukkan sekitar 2 juta orang mengalami tuli dan diperkirakan setiap tahun, ada sebanyak 5 ribu bayi yang...
MI/BAYU ANGGORO

Ajakan pada Generasi Muda untuk Bertani Terus Bergaung

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:05 WIB
Lewat film berjudul : Kabayan Petani Milenial, Pemprov Jawa Barat, seniman dan berbagai kalangan mengajak generasi muda berani menjadi...
ANTARA FOTO/Rahmad

BMKG Pantau Sirkulasi Siklonik di Kalimantan Bagian Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:00 WIB
Sirkulasi siklonik merupakan daerah pertemuan angin sehingga ketika angin bertemu terjadi penumpukan massa udara yang menyebabkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya