Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pasar Jaya Targetkan 500 Kali Pasar Murah Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Mohamad Farhan Zhuhri
12/2/2026 10:32
Pasar Jaya Targetkan 500 Kali Pasar Murah Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan(MI/Mohamad Farhan Zuhri)

PERUMDA Pasar Jaya memastikan kesiapan stok pangan serta menggandakan pelaksanaan pasar murah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, jumlah pelaksanaan pasar murah tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 pasar murah digelar sekitar 250 kali, pada 2026 jumlahnya ditargetkan mendekati 500 kali.

"Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan," kata Agus dalam Balkoters Talk bertajuk Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2). 

Agus menjelaskan, bazar murah telah digelar sepanjang Februari di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di 116 gerai Pasar Jaya. Selain itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan dengan melibatkan PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya. Untuk meringankan beban belanja masyarakat, Pasar Jaya juga menyiapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga mulai Rp100.000 hingga Rp300.000 yang tersedia di gerai-gerai Pasar Jaya.

"Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan," ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Per 9 Februari 2026, stok beras di gerai Pasar Jaya tercatat mencapai 331 ton, meningkat dari sebelumnya 261 ton. Selain itu, tersedia gula pasir sebanyak 84,3 ton dan minyak goreng hampir 209 ton.

Sementara itu, di tingkat pedagang pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya, stok beras tercatat sekitar 186 ton, dengan tambahan beras SPHP sekitar 10,1 ton. Agus menegaskan, secara umum harga komoditas pangan masih terkendali meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa komoditas.

"Prinsipnya harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi pada cabai merah, tetapi komoditas lainnya masih dalam kondisi terkendali," jelasnya.

Selain wilayah daratan Jakarta, Pasar Jaya juga meningkatkan distribusi pangan ke Kepulauan Seribu. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan dua kali dalam sebulan, kini frekuensi distribusi ditingkatkan hampir setiap minggu.

"Kami tingkatkan frekuensi pengiriman ke Kepulauan Seribu menjadi hampir setiap minggu, sesuai arahan pimpinan daerah, agar pasokan pangan di wilayah kepulauan tetap aman selama Ramadan," ucap Agus.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, pemerintah daerah terus mengkonsolidasikan BUMD pangan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas layanan agar kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga. 

"Kami berharap bahwa BUMD pangan di Jakarta benar-benar bisa dipercaya, bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa menuruti kebutuhan pokok masyarakat di Jakarta," ujar Uus. 

Menurut Uus, kolaborasi dan keterbukaan menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan kebutuhan pangan saat hari besar keagamaan. 

"Dengan demikian, saya yakin apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat di dalam rangka menghadapi hari besar bisa dihadapi dengan sebaik-baiknya, dan dengan berbagai langkah ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri tetap terjaga, serta inflasi tetap terkendali," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya