Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Saat Ramadan, Pemkab Cilacap Siapkan Ribuan Paket Sembako Murah

Lilik Darmawan
05/2/2026 16:05
Saat Ramadan, Pemkab Cilacap Siapkan Ribuan Paket Sembako Murah
Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Cilacap.(MI/Lilik Darmawan)

PEMKAB Cilacap, Jawa Tengah siap menggelar pasar murah pada saat Ramadan tahun ini. Pasar murah bakal menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan melibatkan pelaku usaha, BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta di Cilacap.

“Barang yang dijual sebanyak 3.000 paket, dengan komoditas satu kantong beras premium kemasan 3 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram dengan subsidi Rp30.000 per paket dan pembelian menggunakan kupon. Kami juga sediakan stan berisi komoditas lainnya yang dapat dibeli tanpa menggunakan kupon,” jelas Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Cilacap Agus Firmanudin pada Kamis (5/2).

Menurutnya,  pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah di 24 kecamatan serta satu kali di tingkat kabupaten. Operasi pasar murah dijadwalkan berlangsung pada 4 Maret 2026 di Lapangan Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, dengan melibatkan 50 stan. Selain itu, pasar murah juga akan digelar di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Cilacap.

Selain itu, lanjutnya, Pemkab juga memperkuat sinergi lintas sektor melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Ini sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan kelancaran sistem pembayaran di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini merupakan mandat dari Permenko Nomor 10 Tahun 2017 untuk mengevaluasi kinerja TPID sekaligus mengukur efektivitas koordinasi pengendalian inflasi. Fokus kita adalah memastikan Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap berada pada sasaran 2,5 ± 1 persen di tahun 2026 demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Agus.

Ia menambahkan, strategi pengendalian inflasi periode 2025-2027 difokuskan pada keterjangkauan harga, peningkatan produktivitas pangan, kelancaran distribusi dari wilayah surplus ke wilayah defisit, serta penguatan akurasi data pangan.

Sementara Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya penanganan inflasi yang tepat sasaran dan berbasis akar persoalan. “Jangan sampai kita hanya menyelesaikan masalah di permukaan saja. Jangan seperti orang sakit jantung tapi diberi obat paru. Kita harus breakdown satu per satu faktor penyebab inflasi, baik yang sifatnya harian maupun bulanan, sampai detail ke akar masalahnya,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi menjadi indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat terhadap kinerja daerah. “Saya mendorong semuanya di TPID untuk benar-benar bekerja secara optimal dan membuktikan bahwa di Cilacap, TPID kita menangani inflasi daerah secara maksimal,” tambah Bupati. (LD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik