Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Atasi Lonjakan Harga, Pemprov Kalsel Gencarkan Pasar Murah dan Toko Keliling

Denny Susanto
07/3/2026 12:53
Atasi Lonjakan Harga, Pemprov Kalsel Gencarkan Pasar Murah dan Toko Keliling
Warga serbu Pasar Murah Pemprov Kalsel. Strategi ini efektif tekan lonjakan harga bahan pokok akibat cuaca ekstrem dan gagal panen .(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi mengaktifkan program Gerakan Pasar Murah dan Toko Keliling sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini diambil guna merespons tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan harga komoditas di lapangan.

"Ramadan dan menjelang Idul Fitri harga sejumlah kebutuhan pokok terkerek naik. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan rutin memantau harga bahan pokok serta melaksanakan program gerakan pasar murah di berbagai wilayah," tuturnya pada Sabtu (7/3).

Penetrasi di 18 Titik Strategis
Pada Ramadan tahun ini, Pemprov Kalsel menjadwalkan pelaksanaan pasar murah di 18 titik yang tersebar di 13 kabupaten/kota, termasuk satu titik khusus bagi kelompok profesi tertentu. Program ini terselenggara berkat kolaborasi dengan berbagai organisasi dan instansi vertikal.

Selain pasar murah, Dinas Perdagangan Kalsel juga mengoperasikan armada Toko Keliling. Inovasi ini bertujuan mempercepat distribusi bahan pokok ke wilayah yang mengalami kendala pasokan atau lonjakan harga signifikan.

"Ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga di pasaran," tambah Ahmad. Salah satu titik keramaian yang disasar adalah kawasan Ramadan Cake Fair di Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin.

Dampak Cuaca dan Gagal Panen
Tingginya harga pangan di Kalsel saat ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan banjir yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi, seperti di Kabupaten Banjar.

Berdasarkan data pantauan per awal Maret 2026, harga komoditas cabai mengalami lonjakan paling drastis. Berikut rincian harga beberapa komoditas di pasar saat ini:

  •     Cabai Rawit: Rp100.000 - Rp135.000 per kg.
  •     Cabai Tiung: Rp65.000 per kg.
  •     Cabai Merah Keriting: Rp66.000 per kg.
  •     Bawang Merah: Rp58.000 - Rp90.000 per kg.
  •     Beras Premium: Rp17.000 - Rp18.000 per kg.
  •     Beras SPHP: Rp59.000 per 5 kg (melalui operasi pasar).
  •     Produk Perikanan: Ikan Telang (Rp150.000/kg), Ikan Sapat (Rp80.000/kg), dan Ikan Teri (Rp60.000/kg).

Upaya intervensi melalui pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga yang masih berlangsung. (DY/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya