Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Jelang Ramadan & Idulfitri 2026

Mohamad Farhan Zhuhri
10/2/2026 17:52
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Jelang Ramadan & Idulfitri 2026
Pasar tradisional.(MI)

GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan.

“Kami telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menjaga harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan dan inflasi tetap terjaga, serta menyiapkan persiapan mudik Lebaran,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2).

Pramono mengimbau jajarannya melakukan monitoring rutin ketersediaan dan harga pangan, serta pasokan gas LPG 3 kilogram. Hal tersebut sebagai early warning system guna memastikan stok aman dan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Berdasarkan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, ketersediaan pangan untuk Ramadan dan Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya seperti Imlek dan Nyepi, terpantau dalam kondisi aman karena cadangannya mencukupi. Untuk subsidi pangan, kami melihat hampir semua komoditas di Jakarta saat ini relatif terkontrol dengan baik,” jelasnya.

Ketersediaan pangan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 9 Februari 2026 mencakup beras 182.172 ton, daging sapi 1.223,9 ton, daging ayam 4,35 ton, gula 437,4 ton, cabai 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 46 ton, serta minyak goreng 625 ton.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok cukup.

Ia juga memastikan kegiatan pasar murah terus dilanjutkan dengan melibatkan BUMD pangan, seperti Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya, demi menjaga daya beli masyarakat.

“Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 mengalami kenaikan signifikan, yaitu menjadi 149,8 dari 145,3 pada Desember 2025. Artinya, secara nasional indeks kepercayaan konsumen Jakarta jauh lebih tinggi karena nasional berada di angka 127. IKK ini mencerminkan bahwa daya beli dan harapan masyarakat Jakarta saat ini tinggi,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta terus menyalurkan pangan subsidi bagi masyarakat tertentu, menggalakkan urban farming, melakukan pengawasan keamanan pangan, menggelar bazar murah, impor daging sapi melalui Dharma Jaya, hingga menghadirkan promo belanja pangan khusus. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya