Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kasus SMA 72 Harus Evaluasi, Pramono Minta Bullying tak Boleh Terulang

Mohamad Farhan Zhuhri
10/11/2025 12:04
Kasus SMA 72 Harus Evaluasi, Pramono Minta Bullying tak Boleh Terulang
ilustrasi.(MI)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersama Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lingkungan sekolah pasca-insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, pekan lalu.

Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap perilaku perundungan (bullying) yang diduga menjadi salah satu pemicu peristiwa tersebut.

“Yang paling utama, yang bersifat perundungan atau bullying tidak boleh terulang kembali karena ini bisa menjadi motivasi atau pemicu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (10/11).

Kendati  demikian, Pramono meminta seluruh pihak menahan diri sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Ia menegaskan Pemprov DKI akan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan.

“Sampai hari ini, karena yang berwenang sepenuhnya adalah kepolisian, mari kita tunggu bersama-sama apa yang sebenarnya terjadi. Jadi untuk itu saya tidak komentar, tetapi sekali lagi kita tunggu apa yang menjadi temuan yang sebenarnya,” katanya.

Ia mengaku mendapatkan sejumlah informasi saat meninjau langsung lokasi kejadian, termasuk mengenai dinamika hubungan antar siswa di lingkungan sekolah tersebut.

Namun, ia menilai seluruh temuan harus diverifikasi lebih dulu melalui penyelidikan aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Pemprov DKI disebutnya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah untuk memastikan pemulihan fisik dan psikologis seluruh korban, termasuk penyediaan layanan konseling bagi siswa dan tenaga pendidik.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang aman, bukan sumber ketakutan. Pemerintah akan memastikan kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bersama,” ujar Pramono.

Insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Timur beberapa waktu lalu menyebabkan sejumlah siswa dan guru mengalami luka bakar. Polisi masih menyelidiki dugaan penyebab ledakan, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan aksi perundungan di antara siswa. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya