Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Rp3.500 hanya Berlaku 3 Bulan, Bakal Naik Jadi Rp15 Ribu

 Gana Buana
12/3/2026 12:51
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Rp3.500 hanya Berlaku 3 Bulan, Bakal Naik Jadi Rp15 Ribu
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Rp3.500 hanya Berlaku 3 Bulan.(MI/Galih Pradipta)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta resmi mengoperasikan rute baru Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Terminal Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mulai Kamis (12/3). Meski saat ini tarif dipatok murah sebesar Rp3.500, kebijakan tersebut dipastikan hanya bersifat sementara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tarif rute SH2 setelah tiga bulan beroperasi. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan beban subsidi yang ditanggung pemerintah daerah.

Masa Promo Menyambut Idul Fitri

Pramono menjelaskan bahwa penetapan tarif Rp3.500 ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya dalam menyambut momentum mudik Idul Fitri 2026.

"Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi," ujar Pramono saat meninjau operasional di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

Rencana Kenaikan Tarif Jadi Rp15.000

Pramono tidak menampik adanya rencana penyesuaian tarif di masa depan. Berdasarkan kajian awal, tarif ideal untuk rute panjang ini berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per penumpang.

Besaran tarif tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya operasional, mulai dari penggunaan armada bus baru hingga biaya parkir di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta yang tidak gratis.

"(Alasannya) pertama karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu tidak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung," jelasnya.

Tetap Lebih Murah dari Damri dan Taksi

Meski nantinya tarif akan naik menjadi Rp15.000, Pramono optimis rute ini tetap akan menjadi pilihan utama masyarakat. Ia membandingkan biaya tersebut dengan moda transportasi lain yang jauh lebih mahal.

"Dibandingkan Damri yang Rp80.000, taksi yang Rp200.000 lebih, atau taksi online yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin ini pasti akan menjadi alternatif favorit untuk menggunakan Transjabodetabek," pungkas Pramono. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya