Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BULLYING (perundungan) dan kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius dan berdampak jangka panjang, tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis, sosial, hingga memengaruhi masa depan anak. Pada 2025, angka kekerasan ini meningkat di DKI Jakarta.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Iin Mutmainnah menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
“Berbagai program dan kebijakan terus kami dorong, mulai dari penguatan pengasuhan positif, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, peningkatan layanan perlindungan, hingga penguatan peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak,” ujar Iin dalam acara bertajuk 'Stop Bullying dan Kekerasan Melalui Ketahanan Keluarga untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045', kemarin.
Data UPT PPA DKI Jakarta menunjukkan, hingga 19 Desember 2025 terdapat 2.182 pengaduan. Kekerasan psikis menempati urutan tertinggi dengan 1.059 kasus, disusul kekerasan seksual (902 kasus) dan kekerasan fisik (895 kasus). “Keluarga adalah benteng pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Perannya sangat strategis dalam mempersiapkan generasi tangguh dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045,” tegasnya.
Senada, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Rany Mauliani menilai penguatan ketahanan keluarga harus dimulai dengan membangun ketahanan pribadi anak agar mampu menghadapi tantangan di luar rumah, termasuk perundungan di sekolah. “Penguatan ketahanan keluarga diharapkan dapat memutus rantai bullying dan membentuk generasi emas yang berkarakter kuat, bijaksana, dan tangguh,” ujar Rany.
Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN, Edi Setiawan menekankan pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga agar remaja memiliki ketahanan diri di tengah tantangan zaman. “Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan sifat mudah bersyukur dan rendah hati, sehingga dapat mencegah kecenderungan anak menjadi pelaku bullying.” ungkap Edi.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Kemendikdasmen RI, Puput Mutiara menyampaikan bahwa Kemendikdasmen terus melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. (H-1)
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
ALIANSI Peduli Anak Indonesia mendesak diwujudkannya sekolah yang aman bagi anak dan bebas dari bullying atau perundungan. Hal itu disuarakan melalui aksi damai dan teatrikal.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Rano Karno mengungkap pengalaman bullying dan hidup susah di masa kecil yang justru memacunya hingga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
JARINGAN Nasional Pemuda Hijau (JARNAS Pemuda Hijau) mengadakan Seminar Nasional Pemuda Hijau di Gedung Olahraga (GOR) lantai 3 Kampus B Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (20/12).
Festival Majelis Taklim Nasional 2025 bukan sekadar ruang kompetisi, tetapi wadah bertemunya gagasan, kreativitas, dan energi positif dari ribuan jemaah majelis taklim di seluruh Indonesia.
Rakerwil mengangkat tema Kader Sehat, Pelayanan Meningkat.
Generasi muda menjadi kekuatan kolektif yang aktif menggerakkan arah kebijakan pembangunan keluarga di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved