Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda bukan lagi sekadar penerus bangsa, tetapi kini menjadi kekuatan kolektif yang aktif menggerakkan arah kebijakan pembangunan keluarga di Indonesia.
Melalui Forum Generasi Berencana (Genre) Indonesia, ribuan anak muda dari seluruh provinsi bersatu dalam semangat kolaborasi nasional untuk memperkuat ketahanan keluarga dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Momentum tersebut terlihat dalam Ajang Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (ADUJAKNAS) 2025) yang digelar di Kepulauan Riau, 20-23 Oktober 2025. Ribuan kader Genre, Duta Genre, dan perwakilan Forum Genre dari 36 provinsi hadir untuk melakukan konsolidasi gerakan dan menyusun langkah kolektif mendukung program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI.
Ketua Umum Forum Genre Indonesia I Putu Arya Aditia Utama menegaskan bahwa kekuatan remaja tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi juga pada kesadaran kolektif untuk bergerak bersama mewujudkan perubahan sosial.
“Gerakan Genre Indonesia bukan hanya wadah edukasi remaja, tetapi gerakan sosial yang membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya perencanaan kehidupan, ketahanan keluarga, dan pembangunan manusia yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menjadi garda depan dalam mendukung Kemendukbangga mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi emas Indonesia,” kata Arya dalam keterangan yang diterima, Senin (10/11).
Forum Genre Indonesia memposisikan diri sebagai mitra strategis Kemendukbangga/BKKBN dalam menjalankan lima program prioritas nasional, yakni GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan SUPERAPPS AI Keluarga. Melalui gerakan ini, para kader Genre diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan implementasi nyata di lapangan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah generasi muda yang telah menunjukkan komitmen konkret dalam mendukung program pembangunan keluarga.
“Genre adalah contoh bagaimana gerakan anak muda mampu menjadi mitra strategis pemerintah, bukan hanya dalam kampanye, tetapi juga dalam implementasi di akar rumput. Konsolidasi di ADUJAKNAS ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menggerakkan. ” ujar Menteri Wihaji.
ADUJAKNAS 2025 juga menjadi ruang aktualisasi gagasan muda melalui lokakarya inovasi program, pameran karya remaja, diskusi kebijakan, dan penandatanganan komitmen lintas sektor. Melalui forum tersebut, para kader Genre berbagi praktik baik (best practices) dari berbagai daerah sebagai inspirasi memperkuat gerakan di tingkat lokal.
Kekuatan kolektif ini tidak hanya membangun kesadaran bersama, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara remaja, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta.
Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, gerakan Genre diharapkan mampu menjawab tantangan sosial sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. (P-4)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved