Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pramono Dukung Rencana Pembatasan Game Online PUBG

Mohamad Farhan Zhuhri
10/11/2025 11:56
Pramono Dukung Rencana Pembatasan Game Online PUBG
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo (kedua kiri).(MI/M Farhan Zhuhri)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan membatasi game online guna mencegah pengaruh buruk pada anak-anak. Pramono mengungkap, pihaknya akan mendukung penuh apa yang akan menjadi kebijakan pemerintah pusat.

"Tentunya pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatasi agar persoalan yang terjadi di SMAN 72 tidak terulang kembali," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11).

Menurut Pramono, saat kejadian ledakan Di SMAN 72 itu, dirinya lansgung bergegas untuk mematikan seluruh siswa yang menjadi korban akan mendapatkan perawatan dan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Saya secara langsung melihat ke lapangan dan juga berdialog dengan para korban, beberapa yang ada di rumah sakit pada waktu itu," beber Politikus PDIP itu.

Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. Selain memberikan bantuan pemulihan korban luka, Pemprov DKI juga menerapkan pembelajaran daring bagi seluruh siswa SMAN 72 dan pemberian trauma healing.

"Intinya adalah memang ini tidak boleh terulang kembali sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, pemerintah Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden akan membatasi dan mencari jalan keluar pengaruh game online.

"Kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online," kata dia kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan kemarin.

Dia mengatakan konten game online juga ada hal-hal yang kurang baik dan bisa mempengaruhi generasi ke depan. Saat dikonfirmasi soal genre game tersebut, Prasetyo mencontohkan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG).

"Misalnya contoh, PUBG," ujar Prasetyo.

Karena, lanjut dia, game tersebut juga berisi soal persenjataan. Hal itu dikhawatirkan dipelajari oleh anak-anak dan berpotensi mengarah pada kekerasan yang diterapkan di lingkungan masyarakat.

"Juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi. Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," ujar Prasetyo. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya