Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD DKI Jakarta mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar mengantisipasi stok kebutuhan pangan jelang Ramadan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Rasyidi, Kamis (1/2).
Ia berharap, kebutuhan pangan bagi masyarakat terpenuhi. Satu di antara antisipasi lonjakan harga yang harus dilakukan oleh Pemprov DKI yakni operasi pasar.
“Ibu-ibu bicara harga mahal, Pemprov DKI harus sering melakukan operasi pasar. Berasa naik, maka operasi pasar, ” tegas dia.
Baca juga : Pemkot Cirebon Gelar Operasi Pasar
Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan kembali agar Pemprov DKI mulai mempersiapkan stok pangan dan stabilitas harga. Membangun koordinasi yang kuat dengan Food Station, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya.
“Harus berpikir terus menerus tentang permasalahan buat masyarakat. Seperti daya beli masyarakat. Masyarakat lagi susah, ” tegas Rasyidi.
Selain itu, Rasyidi juga berpesan agar masyarakat tidak terlalu konsumtif menjelang Ramadan. “Mengantisipasi kenaikan harga, suplai harus mencukupi hingga Ramadan sampai lebaran,” tambah dia.
Baca juga : Harga Beras Naik di 28 Provinsi, Indonesia Alami Inflasi 0,04%
Di sisi lain, awl tahun ini menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2024 dengan menggunakan tahun dasar baru (SBH 2022), Jakarta mencatatkan deflasi sebesar 0,19% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi 0,50% (mtm).
Direktur Eksekutif Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Arlyana Abubakar menyampaikan, terjadinya deflasi terutama bersumber dari kelompok transportasi serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
"Di sisi lain, beberapa kelompok seperti penyediaan makanan dan minuman/restoran serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi dan menjadi penahan deflasi lebih lanjut," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/2).
Baca juga : Masifnya Bagi-Bagi Bansos Picu Kenaikan Harga Telur dan Beras
Secara tahunan, Jakarta mengalami inflasi sebesar 1,83% (yoy), menurun dibandingkan Desember 2023 (2,28%, yoy) serta lebih rendah dari inflasi Nasional (2,57%, yoy).
Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat deflasi sebesar 0,06% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang mengalami inflasi (1,55% mtm). Deflasi pada kelompok tersebut disebabkan oleh penurunan harga telur ayam ras serta cabai merah dan cabai rawit sejalan dengan meningkatnya pasokan akibat berlangsungnya panen raya di wilayah sentra.
Meskipun demikian, terdapat beberapa komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi yaitu tomat yang disebabkan oleh tingginya curah hujan dan beras seiring dengan masih tingginya harga gabah di tingkat domestik serta realisasi impor yang belum optimal.
Baca juga : Harga Beras belum Terkendali
Selama Januari 2024, sambungnya, TPID DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain sinergi pelaksanaan kegiatan GNPIP 2024 antara BI Jakarta dan Dinas KPKP, di antaranya kegiatan smart urban farming, tanam cabai serentak di 405 titik wilayah Jakarta sebagai antisipasi HBKN Idul Fitri 2024, penyaluran sembako murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah di wilayah Jakarta Utara oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Business matching antara Food Station dengan Indoraya Mitra untuk skema standby buyer dan on farm; serta Rapat Koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan stok dan harga.
Arlyana menegaskan, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). (Z-4)
Baca juga : Presiden Klaim Semua Harga Bahan Pangan Turun, kecuali Beras
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
BPDP Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026.
Momentum AOE 2026 menjadi ajang forum bisnis yang mempertemukan calon pembeli (buyer) dan investor.
Penyumbang inflasi tertinggi adalah awang merah 0,04 persen, telur ayam 0,03 persen. Karena itu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah untuk menurunkan harga telur dan bawang merah.
Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Generasi muda sawit harus dibekali keterampilan teknis, manajerial, hingga digital sehingga mampu menghadapi tantangan industri 4.0 dan memperkuat daya saing global.
Simposium tentang Komoditas, Modal, Konektivitas: Tiga Keunggulan Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved