Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa harga cokelat di pasar internasional tengah mengalami lonjakan tajam. Permintaan terhadap komoditas ini meningkat signifikan, termasuk dari negara-negara nontradisional seperti Belarus.
“Harga cokelat dunia saat ini sangat tinggi. Banyak negara menantikan pasokan dari Indonesia. Namun kita juga harus segera melakukan pembibitan dan peremajaan tanaman cokelat. Ini akan segera kita laksanakan,” kata Presiden Prabowo usai bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di Gang Kutai Negara Nomor 01, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Menurut Prabowo, lonjakan harga tersebut dipicu oleh gangguan produksi di negara-negara produsen utama seperti Amerika Latin dan Afrika. Ia menyebut adanya wabah tanaman yang menyebabkan kerusakan serius pada pohon-pohon cokelat di wilayah tersebut.
“Di Amerika Latin dan Afrika tampaknya sedang terjadi wabah yang menyerang tanaman cokelat. Banyak pohon yang rusak,” jelasnya.
Menanggapi situasi ini, Prabowo menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan peran dalam rantai pasok global. Ia menekankan pentingnya revitalisasi sektor perkebunan cokelat nasional guna menjawab permintaan pasar yang meningkat.
“Kita harus ambil kesempatan ini. Revitalisasi perkebunan harus dipercepat agar Indonesia bisa menjadi pemain utama di pasar cokelat dunia,” tegasnya.
BPDP Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026.
Momentum AOE 2026 menjadi ajang forum bisnis yang mempertemukan calon pembeli (buyer) dan investor.
Penyumbang inflasi tertinggi adalah awang merah 0,04 persen, telur ayam 0,03 persen. Karena itu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah untuk menurunkan harga telur dan bawang merah.
Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Generasi muda sawit harus dibekali keterampilan teknis, manajerial, hingga digital sehingga mampu menghadapi tantangan industri 4.0 dan memperkuat daya saing global.
Simposium tentang Komoditas, Modal, Konektivitas: Tiga Keunggulan Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved